Federico Barba memastikan diri kembali ke Italia. Mantan bek tengah Persib Bandung itu resmi diperkenalkan Palermo, klub Serie B, pada Rabu (30/7) melalui akun Instagram resmi klub. Barba diikat kontrak berdurasi satu musim dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Persib berakhir.
Kepindahan ini mengakhiri petualangan singkat namun gemilang Barba di Indonesia. Selama memperkuat Persib, pemain kelahiran Roma itu sukses meraih tiga gelar juara Liga 1 secara beruntun. Catatan impresif lainnya adalah kontribusinya membawa Maung Bandung lolos hingga babak 16 besar Asian Champions League 2 (ACL2).
Nama Barba sudah tidak asing di sepak bola Italia. Sebelum merantau ke Indonesia ia menghabiskan sebagian besar karier di berbagai klub Negeri Pizza. Karier juniornya dimulai di AS Roma, lalu dipinjamkan ke Empoli, Benevento, Pisa, dan terakhir bersama Como di Serie A.
Kini Barba kembali ke Italia bergabung dengan Palermo, klub bersejarah yang pernah berlaga di Serie A. Rosanero saat ini berada di Serie B, kompetisi kasta kedua di Italia. Presiden Palermo dikabarkan menaruh harapan besar pada pengalaman Barba untuk memperkuat lini belakang timnya yang tengah berjuang promosi ke Serie A.
Selama berseragam Persib, Barba mencatatkan 28 penampilan dengan torehan 5 gol dan 1 assist. Catatan tersebut cukup impresif untuk seorang bek tengah. Dalam banyak pertandingan, Barba menjadi tembok kokoh di lini belakang sekaligus ancaman saat situasi bola mati.
Kepergian Barba meninggalkan celah di skuad Persib. Meski sang pemain pergi dengan status free transfer, manajemen tidak memperoleh kompensasi finansial. Namun, kontribusinya selama setengah musim dianggap sepadan dengan investasi yang dikeluarkan klub.
Dari kacamata lebih luas, langkah Barba kembali ke Italia merupakan angin segar bagi reputasi Liga 1 Indonesia. Sebab tak banyak pemain asing yang setelah bermain di Indonesia justru melanjutkan karier ke kompetisi Eropa yang lebih bergengsi. Barba membuktikan bahwa sepak bola Indonesia mampu menjadi ajang unjuk kemampuan yang diakui dunia.
Pergeseran ini juga mengonfirmasi perubahan paradigma: Liga 1 tidak lagi sekadar tempat persinggahan terakhir bagi pemain asing yang hendak pensiun. Sebaliknya, kompetisi ini makin diminati pemain dalam usia produktif yang masih memiliki ambisi besar. Barba menjadi contoh nyata bagaimana tampil gemilang di Indonesia bisa menjadi tiket kembali ke panggung Eropa.
Menilik kedalaman skuad Palermo, Barba harus bersaing ketat dengan sejumlah bek tengah yang sudah lebih dulu bergabung. Namun, etos kerja dan disiplin taktik yang dipelajarinya selama di Persib diyakini bisa menjadi modal berharga untuk beradaptasi cepat dengan permainan Serie B.
Bagi suporter Persib dan pecinta sepak bola tanah air, perjalanan Barba di Palermo akan menjadi perhatian tersendiri. Setiap kali mantan pemain Persib melangkah di lapangan hijau Italia, nama Indonesia ikut disebut. Ini menjadi promosi alami yang tak ternilai harganya bagi sepak bola nasional.
Ke depan, Palermo berambisi kembali ke Serie A. Barba bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan misi tersebut jika ia mampu konsisten tampil seperti saat di Indonesia. Sementara itu, Persib tentu tak tinggal diam. Manajemen dipercaya akan bergerak cepat mencari pengganti yang setara untuk mempertahankan dominasi mereka di papan atas Liga 1.
Tren kembalinya eks pemain Liga 1 ke Eropa diharapkan terus berlanjut. Jika Barba sukses, pintu bagi pemain asing lain di Indonesia akan semakin terbuka lebar. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan daya saing Liga 1 dan membuat kompetisi semakin menarik.