Persaingan klasemen poin dalam ajang bergengsi Tour de France 2026 menyajikan kejutan tak terduga pada etape pembuka yang berlangsung di Barcelona, Sabtu (4/7) waktu setempat. Egan Bernal, pembalap spesialis tanjakan asal Kolombia yang memperkuat tim Netcompany Ineos, secara mengejutkan berhasil merebut jersei hijau, atribut yang biasanya didominasi oleh para sprinter elite dunia.
Etape pertama Tour de France 2026 ini menggunakan format team time trial (TTT) sejauh 19,6 kilometer yang memberikan dinamika berbeda bagi para pembalap. Bernal memimpin perolehan poin sementara setelah timnya mencatatkan waktu tercepat pada titik pemeriksaan pertama, sebuah pencapaian yang bahkan tidak pernah dibayangkan oleh sang pembalap sendiri.
Dalam keterangannya pasca-balapan, Bernal mengungkapkan rasa terkejutnya saat mengenakan jersei hijau tersebut. Biasanya, jersei ini menjadi target utama bagi sprinter murni seperti Jasper Philipsen, Mads Pedersen, maupun Tim Merlier yang memiliki kecepatan tinggi di garis finis. Namun, format khusus pada etape pembuka tahun ini mengubah peta persaingan klasemen poin secara drastis.
Meski Bernal memegang jersei hijau, tim Visma-Lease a Bike berhasil keluar sebagai pemenang etape pertama sekaligus mengantarkan Jonas Vingegaard mengenakan jersei kuning sebagai pemimpin klasifikasi umum. Netcompany Ineos harus puas berada di posisi kedua, sementara UAE Team Emirates-XRG yang dipimpin oleh Tadej Pogacar menempati posisi ketiga dalam balapan yang sangat kompetitif tersebut.
Bernal memberikan apresiasi tinggi terhadap performa rekan setimnya yang tampil luar biasa dalam format TTT yang menuntut tenaga besar dan koordinasi tim yang intens. Baginya, meskipun bukan spesialis sprint, pengalaman memimpin klasemen poin ini menjadi catatan spesial dalam perjalanan kariernya di ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia.
Namun, posisi Bernal di puncak klasemen poin diperkirakan hanya bersifat sementara. Pada etape kedua, tersedia 25 poin yang diperebutkan di sprint antara, yang memberikan peluang besar bagi para sprinter untuk mengambil alih kembali jersei hijau tersebut. Ajang Tour de France 2026 diprediksi akan terus menyajikan drama menarik seiring dengan berjalannya etape-etape berat berikutnya.