Indonesia menyisakan dua pasangan di babak perempat final Taiwan Open 2026 yang digelar di Taipei, Jumat (31/7). Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja di nomor ganda campuran serta Leo Rolly Carnando dengan Daniel Marthin di ganda putra menjadi satu-satunya harapan merah putih untuk menembus empat besar.
Kedua ganda ini dijadwalkan berlaga serentak pukul 15.10 WIB. Rehan/Gloria tampil di Lapangan 3 sebagai partai pembuka menghadapi pasangan Thailand Supak Jomkoh dan Ornnicha Jongsathapornparn. Sementara Leo/Daniel bertarung di Lapangan 2 sebagai partai keempat melawan wakil tuan rumah Chia Yen Lin dan Lin Yong Sheng. Kedua pertemuan ini mencatat sejarah sebagai duel pertama dalam rangkaian BWF Tour.
Kedua ganda Indonesia memiliki narasi serupa: proses bangkit pasca cedera panjang. Rehan dan Daniel sama-sama baru pulih dari masalah fisik yang mengganggu karir mereka berbulan-bulan. Kembalinya mereka ke gelanggang bukan sekadar melengkapi kuota, tapi membuktikan konsistensi di level internasional.
Leo dan Daniel resmi bersatu kembali setelah Daniel dinyatakan sembuh total. Reuni itu langsung manis dengan gelar juara Thailand Open 2026 beberapa minggu lalu. Kemenangan itu seharusnya menjadi momentum, tapi realitas justru berbalik arah.
Pasca Thailand Open, Leo/Daniel mengalami seri kekalahan mengecewakan. Mereka tumbang di babak pertama Malaysia Masters dan Indonesia Open, lalu terhenti di 16 besar Australia Open dan Macau Open. Penurunan drastis itu menimbulkan tanda tanya soal kesiapan mental dan fisik mereka untuk bersaing di level atas.
Kehadiran mereka di perempat final Taiwan Open menjadi uji nyata apakah kemenangan di Thailand Open kebetulan atau tanda bangkit yang sesungguhnya. Seorang pelatih senior yang tidak mau disebut nama menilai, konsistensi hasil di turnamen bertingkat Super 300 seperti Taiwan Open akan menentukan arah karir mereka ke depan.
Di sisi lain, Rehan/Gloria tampil lebih stabil meski juga baru pulih dari cedera Rehan. Pasangan yang pernah meraih gelar All England 2023 ini menunjukkan kemampuan bermain tekanan tinggi di babak sebelumnya. Lawan mereka, Supak/Ornnicha, dikenal memiliki gaya permainan cepat dan agresif di jaring — tantangan tersendiri untuk Rehan/Gloria yang mengandalkan variasi tempo.
Leo/Daniel menghadapi tekanan psikologis yang berbeda. Bertemu wakil tuan rumah Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng di hadapan penonton sendiri memerlukan ketahanan mental ekstra. Pasangan Chinese Taipei ini memang tidak bereputasi tinggi di ranking dunia, tapi keakraban lapangan dan dukungan penonton bisa jadi faktor penentu.
Sejarah pertemuan pertama (first meeting) bagi keempat pasangan menciptakan ketidakpastian taktis. Tidak ada data head-to-head yang bisa dijadikan acuan persiapan video analisis. Pelatih ganda Indonesia, Herry Iman Pierngadi, dikabarkan memfokuskan latihan dua hari terakhir pada penyesuaian kecepatan shuttle dan simulasi poin-poin kritis.
Bagi PBSI, kinerja dua ganda ini di Taiwan Open jadi indikator penting menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028. Kedalaman bencana ganda putra dan ganda campuran Indonesia memang masih jadi rumah sakit. Munculnya pasangan baru yang konsisten di level Super 300 ke atas akan meringankan beban pasangan utama seperti Fajar/RIan atau Dejan/Gloria.
Jika keduanya lolos ke semifinal, Indonesia akan memastikan minimal satu medali perak di dua nomor. Lebih dari itu, kemenangan hari ini akan membangun kepercayaan diri yang hilang selama seri kekalahan terakhir. Taiwan Open bukan turnamen paling bergengsi, tapi bagi Leo/Daniel dan Rehan/Gloria, ini bisa jadi titik balik musim 2026.