Dunia basket internasional kembali berduka. Don Nelson, Hall of Famer yang namanya terukir dalam sejarah NBA sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak kedua sepanjang masa, meninggal dunia pada Minggu pagi waktu setempat di usia 86 tahun. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi yang dikutip jurnalis NBA Marc Stein.
"Pada Minggu pagi, suami, ayah, kakek, dan buyut kami tercinta, Don Nelson, berpulang dengan tenang di hadapan Tuhan, dikelilingi oleh keluarga yang penuh kasih," demikian bunyi pernyataan keluarga. Kepergian Nelson meninggalkan jejak yang luar biasa besar, baik sebagai pemain maupun pelatih di kompetisi basket paling bergengsi di dunia tersebut.
Nama Don Nelson mulai melambung ketika ia membela Boston Celtics selama 11 musim. Bersama Celtics, ia berhasil mempersembahkan lima gelar juara NBA. Pencapaian itu membuat nomor punggung 19 yang ia kenakan selama kariernya di Boston resmi dipensiunkan oleh tim pada 1978. Total, ia menghabiskan 14 musim sebagai pemain di NBA sebelum akhirnya beralih profesi menjadi pelatih.
Karier kepelatihan Nelson terbentang selama 31 tahun. Ia menukangi empat tim berbeda, yakni Milwaukee Bucks, Golden State Warriors, New York Knicks, dan Dallas Mavericks. Dari bangku pelatih, ia mengoleksi 1.335 kemenangan di musim reguler, menjadikannya pelatih dengan kemenangan terbanyak kedua dalam sejarah NBA, hanya di belakang Gregg Popovich dari San Antonio Spurs.
Atas dedikasinya yang luar biasa, Nelson dilantik ke dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame pada 2012. Ia juga meraih penghargaan Coach of the Year sebanyak tiga kali sepanjang kariernya. Meski belum pernah merasakan gelar juara sebagai pelatih, pengaruhnya terhadap permainan basket modern tidak bisa dianggap remeh.
Komisaris NBA Adam Silver memberikan penghormatan mendalam atas kepergian Nelson. "Don Nelson merevolusi basket NBA melalui keberanian, kecerdikannya, dan keyakinannya yang kuat. Ia membawa kepribadian yang khas dalam setiap hal yang ia lakukan, dan dampaknya terhadap olahraga kita akan terus terasa selama beberapa generasi," ujar Silver dalam pernyataan resminya.
Salah satu momen paling ikonik dalam karier kepelatihan Nelson terjadi pada 2007. Saat itu, ia membawa Golden State Warriors yang berstatus unggulan kedelapan menumbangkan Dallas Mavericks yang menjadi unggulan teratas di babak pertama playoff. Kemenangan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah NBA dan dikenang sebagai momen keajaiban "We Believe" era Warriors.
Golden State Warriors, tim yang dua kali ia tangani, juga memberikan pernyataan resmi. "Nellie adalah salah satu pelatih paling inovatif dan berpengaruh dalam sejarah NBA serta sosok ikonik dalam sejarah Warriors. Ia adalah seorang visioner basket sejati yang melihat permainan secara berbeda dan tidak pernah takut menantang pemikiran konvensional. Pendekatannya membantu membentuk permainan dan membuka jalan bagi generasi pemain serta pelatih setelahnya," tulis Warriors.
Bagi penggemar basket di Indonesia, nama Don Nelson mungkin tidak sepopuler Michael Jordan atau Kobe Bryant. Namun, pengaruhnya terasa hingga ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Gaya bermain cepat tanpa center dominan yang ia populerkan bersama Warriors menjadi cikal bakal era "small ball" yang kini mendominasi NBA. Tim-tim seperti Golden State Warriors era Stephen Curry hingga Houston Rockets era James Harden mengadaptasi filosofi yang dirintis Nelson.
Di Indonesia, perkembangan bola basket juga tidak lepas dari evolusi taktik global. Kompetisi IBL (Indonesian Basketball League) mulai banyak dihuni pemain-pemain muda dengan kemampuan tembakan tiga angka yang baik, sebuah tren yang sejalan dengan filosofi Nelson tentang pentingnya tempo cepat dan tembakan jarak jauh. Warisan Nelson hidup dalam setiap transisi serangan cepat dan setiap tembakan tiga angka yang dilepaskan dari luar garis.
Nelson pensiun dari dunia kepelatihan pada 2010 setelah menyelesaikan periode keduanya bersama Golden State Warriors. Pada Juni 2025, ia menerima penghargaan Chuck Daly Lifetime Achievement Award dari National Basketball Coaches Association sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa bagi dunia basket. Penghargaan tersebut menjadi kado perpisahan yang manis sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya.
Kepergian Nelson menutup salah satu babak penting dalam sejarah NBA. Ia adalah sosok pemberani yang tidak pernah takut mencoba hal-hal baru di lapangan. Dari lima gelar juara sebagai pemain hingga 1.335 kemenangan sebagai pelatih, Nelson membuktikan bahwa inovasi dan keberanian adalah kunci untuk meninggalkan warisan abadi. Dunia basket kehilangan salah satu pemikir terhebatnya, tetapi ide-idenya akan terus hidup di setiap lapangan basket di seluruh dunia.