Diogo Dalot tidak menyembunyikan keinginannya melihat Rafael Leao terus membela AC Milan. Bek kanan Manchester United itu mengungkapkan dukungan penuh bagi rekan timnas Portugal saat diperoleh La Gazzetta dello Sport, Jumat (14/2/2025). Pernyataan itu datang di tengah badai spekulasi soal masa depan Leao di San Siro.
Ketidakpastian muncul setelah pelatih baru AC Milan, Ruben Amorim, menegaskan bahwa Leao tidak dijamin menjadi pemain utama. Kebijakan rotasi ketat yang diterapkan Amorim membuat posisi sayap kiri berusia 27 tahun itu jadi rancu. Beberapa media Italia melaporkan Galatasaray sudah menyiapkan tawaran resmi untuk membawa Leao ke Liga Turki musim depan.
Dalot dan Leao saling kenal sejak remaja. Keduanya bersama-sama melewati sistem akademi Portugal dan pernah memperkuat timnas muda. "Saya sudah mengenal Leao sejak berusia 15 tahun," ujar Dalot. "Dia adalah orang yang hebat, manusia yang luar biasa dengan hati yang besar, serta pesepakbola yang fantastis."
Hubungan karib itu membuat Dalot ikut prihatin melihat dinamika di Milan. Ia menilai koneksi emosional antara Leao dan fans Rossoneri sebagai aset vital. "Selama bertahun-tahun dia bermain untuk itu, saya pikir penting baginya untuk juga merasa bahwa fans menyukainya dan bahwa seluruh lingkungan di sekitarnya peduli padanya," lanjutnya.
AC Milan sendiri sedang dalam fase transisi. Kedatangan Goncalo Ramos dan Alphadjo Cisse menambah opsi serangan, tapi justru memicu pertanyaan soal peran Leao. Ramos, bekas Benfica, dikenal sebagai penyerang tengah klasik, sedangkan Cisse masih muda dan butuh waktu adaptasi. Leao dengan kecepatan dan kemampuan satu lawan satu-nya tetap jadi senjata berbeda.
Dari sisi Galatasaray, minat pada Leao bukan hal baru. Klub Istanbul sudah lama mengincar bintang berprofil tinggi untuk memperkuat tim mereka yang rutin berlaga di Liga Champions. Kemampuan finansial Galatasaray yang didukung sponsor kuat membuat mereka jadi ancaman nyata bagi Milan.
Namun, kontrak Leao dengan Milan masih berjalan hingga Juni 2028. Klausul pelepasan bernilai 175 juta euro — angka fantastis yang memaksa calon pembeli harus mengeluarkan dana sangat besar. Milan tidak terburu-buru melepas aset termahal mereka kecuali ada tawaran yang tak bisa ditolak.
Dalot sendiri punya kenangan manis di Milan. Ia dipinjamkan ke Rossoneri musim 2020/2021 dan sempat tampil 33 kali mencetak 2 gol. Masa itu meninggalkan jejak emosional. "Hingga kini saya masih memiliki kedekatan dengan klub asal Italia tersebut," akui bek lahir 1999 itu.
Para analis sepak bola Italia memperkirakan Milan akan berusaha menenangkan Leao lewat dialog intensif. Amorim dikenal sebagai pelatih yang menghargai pemain dengan mentalitas kuat. Jika Leao menunjukkan komitmen di latihan, peluang mainnya tetap terbuka lebar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kasus Leao jadi contoh nyata bagaimana dinamika vestuari dan kebijakan pelatih baru bisa mengubah nasib bintang. Banyak pemain Indonesia yang berkarier di Eropa — seperti Justin Hubner di Wolverhampton atau Eliano Reijnders di AC Milan — menghadapi tekanan serupa: adaptasi cepat atau tergeser.
Langkah selanjutnya akan terlihat di bulan-bulan depan. Apakah Leao memilih bertahan dan berebut posisi, atau mencari tantangan baru di Turki? Dalot berharap yang pertama. "Saya sangat berharap dia dapat terus sukses di sana, memenangkan lebih banyak trofi, dan menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Milan," tutupnya.