Dewa United resmi mengamankan jasa Muhammad Riyandi pada bursa transfer musim panas ini. Penjaga gawang yang memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 itu datang dengan status bebas transfer setelah sebelumnya membela Persis Solo.
Kepindahan ini menegaskan ambiisi besar klub berjuluk Banten Warriors dalam membangun skuad kompetitif untuk musim depan. Riyandi menjadi rekrutan anyar yang diharapkan bisa menambah kedalaman sektor penjaga gawang, sekaligus memberikan opsi baru bagi pelatih di lini pertahanan.
Pemain jebolan akademi Persiba Balikpapan itu mengaku kepindahannya ke Dewa United bukan keputusan instan. Ia melihat sejumlah faktor yang membuatnya yakin meninggalkan Solo dan memulai petualangan baru di Banten.
"Hal pertama yang membuat saya yakin adalah keseriusan Dewa United dalam membangun tim. Saya juga melihat profesionalisme klub ini dari berbagai aspek, termasuk fasilitas yang dimiliki," ujar Riyandi dalam keterangan resmi, Minggu (2/8).
Alasan personal juga turut memengaruhi keputusan mantan kiper Timnas U-23 tersebut. Selama hampir satu dekade terakhir, ia harus menempuh karier di luar wilayah Jabodetabek. Bergabung dengan Dewa United memberinya kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga.
"Tidak hanya itu saja, bergabung dengan Dewa United juga membuat saya bisa lebih dekat dengan keluarga. Karena hampir sepuluh tahun terakhir saya bermain di luar wilayah Jabodetabek," tambahnya.
Dewa United sendiri tengah gencar melakukan perombakan skuad. Kedatangan Riyandi menjadi sinyal bahwa klub tidak main-main dalam menyambut kompetisi musim depan. Manajemen tampaknya ingin memastikan setiap lini memiliki kompetisi internal yang sehat.
Di posisi penjaga gawang, Riyandi akan bersaing langsung dengan Sonny Stevens yang sudah lebih dulu membela Dewa United. Kehadiran kiper berpengalaman asal Belanda itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Riyandi.
Namun, pemain bernomor punggung satu ini tidak melihat situasi tersebut sebagai tekanan. Ia justru menilai persaingan yang ada sebagai peluang emas untuk terus mengasah kemampuan dan menimba pengalaman dari rekan setim yang lebih senior.
"Saya datang ke sini bukan hanya untuk bersaing memperebutkan posisi. Saya juga ingin menambah pengalaman, terus belajar, dan menyerap ilmu dari rekan-rekan setim termasuk juga Sonny. Bagi saya, persaingan yang sehat justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri setiap hari," ungkapnya.
Mentalitas seperti ini yang membuat eks pemain Persis Solo itu optimistis bisa memberikan dampak positif bagi tim. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya bukan soal menit bermain, melainkan kontribusi nyata untuk kesuksesan kolektif.
"Harapan saya tentu bisa membantu tim mencapai tujuan yang sudah kami tetapkan. Saya ingin memberikan kontribusi terbaik bagi rekan-rekan setim dan bersama-sama membawa Dewa United meraih prestasi pada musim ini," tutupnya.
Proyek jangka panjang yang ditawarkan Dewa United menjadi pertimbangan utama Riyandi menerima tawaran ini. Ia melihat klub yang bermarkas di Banten itu memiliki visi pembangunan tim yang jelas, bukan sekadar target jangka pendek.
Keputusan Dewa United merekrut kiper yang sempat menjadi andalan di Piala AFF 2026 ini mendapat sorotan publik. Banyak yang menilai langkah ini sebagai investasi jangka panjang, mengingat usia produktif Riyandi masih memungkinkan untuk berkembang lebih jauh lagi.
Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi Riyandi untuk membuktikan kualitasnya di bawah mistar Dewa United. Persaingan ketat dengan Sonny Stevens dipastikan akan membuat performa kiper semakin terasah.
Di sisi lain, kedatangan Riyandi juga memberi sinyal positif bagi persepakbolaan nasional. Semakin banyak pemain Timnas yang merumput di klub-klub dengan fasilitas dan manajemen modern seperti Dewa United, semakin besar pula peluang peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara keseluruhan.