Dewa United menutup kebutuhan posisi bek tengah dengan merekrut Ko Myeong Seok, mantan pemain timnas Korea Selatan U-23 yang memiliki jejak karier di liga Thailand. Pemain berusia 30 tahun itu resmi bergabung dengan Banten Warriors untuk musim kompetisi Super League 2026/2027, membawa jam terbang yang dibuktikan saat meraih gelar juara empat kompetisi bersamaan dengan Buriram United pada musim 2024/2025.
Kedatangan Myeong Seok bukan sekadar pengisian kuota pemain asing. Manajemen Dewa United memang sengaja menargetkan profil bek yang sudah terbiasa bermain di sistem pertahanan modern, disiplin taktis, dan memiliki kemampuan membaca permainan yang tajam. Tinggi badan 188 sentimeter menjadikannya ancaman di duel udara, baik di kotak penalti lawan saat bola mati maupun dalam menanggulangi serangan lawan.
Hubungan kembali dengan Osmar Loss menjadi faktor krusial dalam keputusan transfer ini. Pelatih Brasil itu pernah mengeksekusi Myeong Seok sebagai bek andalan di Buriram United, di mana keduanya merasakan puncak kesuksesan bersama-sama. Reuni ini diharapkan mempersingkat proses adaptasi, karena Myeong Seok sudah hafal pola permainan dan kepercayaan taktis yang dibangun Loss sejak musim lalu.
Karier Myeong Seok dimulai dari akademi Suwon Bluewings, klub legendaris K-League yang dikenal mencetak bakat-bakat berkualitas. Ia pernah mewakili Korea Selatan di level U-20 dan tiga kali memakai jersi timnas U-23 pada periode 2017-2018. Pengalaman internasional di usia muda membentuk mentalitas profesional yang dibawa ke setiap klub yang dibelanya, termasuk Buriram United yang menjadikannya tulang punggung pertahanan saat era emas klub itu.
Di sisi lain, rekrutmen ini mengisyaratkan ambisi Dewa United yang semakin serius di kancah nasional. Setelah beberapa musim membangun fondasi, klub yang berbasis di Banten kini beralih ke fase penguatan kualitatif dengan menargetkan pemain yang punya track record juara, bukan hanya potensi. Strategi ini sejalan dengan arah liga Indonesia yang semakin kompetitif, di mana klub-klub besar seperti Persib, Persija, dan Arema juga terus memperkuat susunan pemain asing berkualitas tinggi.
Kehadiran Myeong Seok juga menjawab tantangan pertahanan Dewa United yang musim lalu cukup bocor di beberapa laga krusial. Dengan kemampuan intersepsi, penutupan ruang, dan kepemimpinan di lini belakang, ia diharapkan bisa mengorganisir pertahanan bersama rekannya — baik pemain lokal maupun asing lainnya. Nomor punggung 22 yang dipakainya melambangkan peran baru sebagai penjaga garis terakhir.
Bagi sepak bola Indonesia, kedatangan pemain berprofil internasional seperti Myeong Seok memberikan dampak ganda. Pertama, peningkatan kualitas pertandinganan di liga domestik yang memaksa pemain lokal naik level. Kedua, daya tarik komersial liga semakin kuat di mata sponsor dan penonton, mengingat nama Korea Selatan selalu dikaitkan dengan disiplin, fisik prima, dan profesionalisme tinggi.
Myeong Seok sendiri mengakui antusiasme terhadap gairah sepak bola Indonesia. "Saya percaya Indonesia adalah negara yang memiliki gairah luar biasa terhadap sepak bola. Dewa United merupakan klub yang hebat dengan lingkungan yang sangat profesional," ujarnya saat konferensi pers perkenalan. Ia juga menegaskan keinginan untuk menunjukkan performa terbaik dan membantu tim mencapai target musim ini.
Tantangan adaptasi tetap ada, meskipun reuni dengan Loss mempermudah transisi. Intensitas liga Indonesia yang khas — fisik, emosional, dan penuh tekanan dari tribun — berbeda dengan liga Thailand yang lebih terstruktur secara taktis. Myeong Seok harus cepat terbiasa dengan jadwal padat, perjalanan jauh antar pulau, dan atmosfer stadion yang kadang tidak netral.
Proyeksi ke depan, Dewa United kini memiliki fondasi pertahanan yang lebih solid untuk mengejar posisi atas klasemen, bahkan tiket ke kompetisi Asia. Jika Myeong Seok bisa mereplikasi performa di Buriram, Banten Warriors punya modal kuat untuk bersaing dengan klub-klub elit. Langkah selanjutnya manajemen kemungkinan besar akan fokus pada penguatan lini tengah dan sayap, menciptakan tim yang seimbang di semua sektor.
Rekrutmen ini sekaligus mengirim sinyal ke pasar transfer Asia Tenggara: Indonesia kini jadi destinasi serius bagi pemain berkualitas yang mencari tantangan baru. Bukan lagi liga transit, tapi arena kompetitif yang menawarkan visibilitas, fasilitas profesional, dan basis penggemar masif. Myeong Seok bisa jadi pionir gelombang pemain Korea Selatan lain yang mengikuti jejaknya ke archipelago.