Dewa United Banten tampil perkasa di ajang IBL All Indonesian 2026. Hingga hari keempat penyelenggaraan di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Selasa (27/10), skuad asuhan Yurifan Hosen ini menjadi satu-satunya tim di Grup B yang belum tersentuh kekalahan.
Dominasi Dewa United semakin nyata setelah mereka melibas Satya Wacana Salatiga dengan skor meyakinkan 63-44. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Grup B dengan raihan enam poin sempurna dari tiga laga yang telah dilakoni. Sementara itu, Satya Wacana harus terpuruk di dasar klasemen karena belum mampu mencatatkan satu pun kemenangan.
Di Grup A, persaingan justru terasa lebih dinamis. Bogor Hornbills, yang menyandang status sebagai juara IBL 2026, kini memimpin klasemen dengan lima poin. Keberhasilan mereka merebut takhta sementara tak lepas dari kemenangan krusial atas Pacific Caesar Surabaya dengan skor 73-50. Meski demikian, posisi Hornbills belum sepenuhnya aman mengingat ketatnya perolehan poin di grup tersebut.
Satria Muda Pertamina Bandung dan RANS Simba Bogor menjadi dua tim yang paling mengancam posisi Hornbills. Keduanya saat ini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, namun memiliki keunggulan jumlah laga yang lebih sedikit. Artinya, jika mereka mampu menjaga tren positif, pergeseran posisi puncak di Grup A sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Turnamen IBL All Indonesian 2026 yang berlangsung sejak 24 Oktober hingga 1 November ini menjadi ajang pembuktian kedalaman skuad lokal bagi setiap klub. Tanpa kehadiran pemain asing, kompetisi ini memaksa pelatih untuk mengandalkan talenta domestik sepenuhnya. Strategi rotasi pemain menjadi kunci utama bagi tim-tim besar seperti Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United untuk menjaga intensitas permainan.
Pelita Jaya sendiri kini membuntuti Dewa United di peringkat kedua Grup B. Skuad racikan Johannis Winar atau Coach Ahang ini baru saja meraih kemenangan kedua mereka setelah menundukkan Hangtuah JG Liem Jakarta dengan skor telak 81-49. Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa Pelita Jaya siap memberikan perlawanan sengit bagi Dewa United dalam perebutan tiket ke babak selanjutnya.
Bagi industri olahraga nasional, turnamen ini memiliki arti krusial dalam memetakan kekuatan basket Indonesia di masa depan. Ketergantungan tim pada pemain lokal dalam turnamen ini memberikan ruang bagi talenta muda untuk menunjukkan taringnya. Hal ini selaras dengan upaya federasi untuk memperkuat pondasi tim nasional melalui liga yang lebih kompetitif.
Fenomena belum terkalahkannya Dewa United hingga hari keempat menunjukkan kematangan sistem permainan yang telah dibangun. Yurifan Hosen berhasil meramu komposisi pemain yang mampu menjaga konsistensi di kedua sisi lapangan. Kedisiplinan pertahanan yang mereka tunjukkan saat melawan Satya Wacana menjadi bukti nyata bagaimana efektivitas menjadi senjata utama mereka.
Di sisi lain, bagi tim seperti Pacific Caesar dan Rajawali Medan, turnamen ini menjadi pelajaran berharga. Kekalahan beruntun yang diderita oleh Pacific Caesar menegaskan bahwa mereka membutuhkan evaluasi mendalam, terutama dalam aspek efisiensi serangan. Tanpa kehadiran pemain asing yang biasanya menjadi tumpuan poin, kelemahan dalam eksekusi tembakan menjadi lebih terlihat jelas.
Menatap sisa laga yang ada, persaingan diprediksi akan semakin panas. Setiap klub kini mulai menghitung skenario untuk lolos ke fase berikutnya. Pertarungan antara tim-tim papan atas seperti Dewa United, Pelita Jaya, dan Bogor Hornbills akan menjadi tontonan menarik yang menentukan peta kekuatan basket nasional sebelum kompetisi IBL musim reguler dimulai.
Keberlanjutan turnamen ini diharapkan mampu menjadi barometer bagi klub untuk terus mengembangkan pembinaan pemain lokal. Dengan sisa waktu yang ada, para pelatih dipastikan akan melakukan penyesuaian taktik demi mengamankan posisi di puncak klasemen. Publik kini menanti, akankah Dewa United mampu mempertahankan rekor sempurna hingga babak final, atau justru ada tim kuda hitam yang akan memutus dominasi mereka.