Kemenangan tipis 1-0 itu tak sekadar tiga poin awal musim. Untuk Persija, hasil di Stadion Segiri, Samarinda, menandai berakhirnya nasib buruk yang berkepanjangan sejak September 2018. Striker Alexander Jeremejef menjadi pahlawan semata wayang dengan gol tunggal yang mengubah sejarah pertemuan kedua tim di Kalimantan.
Laga pembuka Super League 2026/2027 ini berlangsung sengit sejak menit pertama. Borneo FC yang didukung penonton penuh mencoba mendikte tempo, namun lini belakang Persija yang disusun Shin Tae-yong berdiri tegak. Peluang emas datang di menit ke-58 saat Jeremejef memanfaatkan umpan silang presisi dari sayap kiri, menembakkan bola ke gawang kiper Borneo dengan finishing yang tenang.
Rekor kelangkaan Persija di markas Borneo memang mengkhawatirkan sebelum laga ini dimulai. Sejak kemenangan 1-0 lewat gol Novri Setiawan di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, pada 12 September 2018, Macan Kemayoran mengalami kekalahan beruntun: 0-1 (2019), 1-2 (2021/2022), 1-3 (2022/2023), 1-3 (2023/2024), 0-1 (2024/2025), hingga 0-1 lagi musim lalu. Enam kekalahan berturut-turut yang membuat setiap tandang ke Kalimantan terasa seperti beban psikologis tersendiri.
Shin Tae-yong sadar betul beratnya beban sejarah tersebut. Dalam konferensi pers pasca laga, pelatih asal Korea Selatan itu mengakui telah mempelajari catatan pertemuan sebelumnya. "Setahu saya, Persija sudah sekitar delapan tahun tidak meraih kemenangan di sini," ujarnya sambil tersenyum lega. "Pertandingan pertama memang sulit, tetapi para pemain tidak kehilangan konsentrasi hingga akhir dan terus berjuang."
Kemenangan ini juga menjadi pembalikan naratif dari debut Shin di Piala Presiden 2026 beberapa minggu lalu. Saat itu Persija dikalahkan Persebaya Surabaya 0-1 di laga pembuka turnamen pramusim. Kekalahan itu sempat memicu pertanyaan soal kesesuaian sistem Shin dengan karakter pemain Persija. Namun laga di Segiri menunjukkan adaptasi cepat: blok pertahanan yang kompak, transisi cepat, dan disiplin taktis 90 menit.
Dari sisi Borneo FC, kekalahan ini menutup seri tak terkalahkan di hadapan penonton sendiri yang berlangsung hampir satu dekade. Pelatih mereka, Pieter Huistra, mengakui kekecewaan namun menilai timnya tetap menciptakan peluang. "Kami menguasai bola lebih lama, tapi kekurangan ketajaman di final third membayar mahal," kata mantan pemain Ajax itu. Borneo harus segera bangkit saat menjamu PSM Makassar pekan depan.
Bagi Persija, tiga poin di Samarinda memberikan momentum psikologis besar sebelum laga derbi lawan Persib Bandung di pekan ketiga. Shin Tae-yong kini punya bukti nyata bahwa filosofi mainnya — tekanan tinggi, pertahanan zona, dan serangan balik mematikan — mulai terserap pemain. Jeremejef yang direkrut dari liga Skandinavia justru jadi bukti keberhasilan rekrutmen berbasis data yang digagas manajemen klub.
Secara statistik, Persija juga mencatatkan clean sheet pertama di kandang Borneo sejak 2018. Kiper Carlos Eduardo tidak terlalu banyak diuji, tapi komunikasi dengan bek sentral Rizky Ridho dan Marco Motta terlihat lancar. Kedisiplinan posisi dan penutupan ruang jadi kunci netralisasi serangan Borneo yang mengandalkan kecepatan Matheus Pato dan Ricky Kayame.
Ke depan, tantangan Shin semakin berat. Jadwal padat Super League dikombinasi Piala AFC Champions League Two menuntut rotasi squad yang cerdas. Persija harus mempertahankan momentum tanpa terbakar kelelahan. Manajemen klub diharapkan memberikan dukungan penuh, baik soal fasilitas recovery maupun kedalaman pemain cadangan yang berkualitas.
Kemenangan di Segiri bukan puncak, tapi titik awal. Delapan tahun kelangkaan dihentikan oleh satu gol dan disiplin taktis 90 menit. Bagi Shin Tae-yong, ini bukti pertama komitmennya membangun dinasti baru di Kemayoran. Bagi penggemar Persija, ini harapan baru bahwa masa keemasan bisa kembali — dimulai dari tanah Kalimantan yang selama ini jadi kubur harapan.