Shin Tae-yong resmi membuka lembaran karier kepelatihannya di level klub bersama Persija Jakarta dengan catatan impresif. Dalam laga tandang kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9), juru taktik asal Korea Selatan tersebut berhasil membawa Macan Kemayoran meraih kemenangan tipis 1-0.
Gol tunggal kemenangan Persija dicetak oleh striker asing mereka, Alexander Jeremejef, pada babak pertama. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin tambahan di klasemen, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa tangan dingin Shin Tae-yong mulai memberikan dampak instan pada pola permainan tim ibu kota.
Kemenangan ini memiliki nilai historis yang cukup signifikan bagi Persija Jakarta. Selama delapan tahun terakhir, Stadion Segiri menjadi tempat yang sangat angker bagi tim kebanggaan Jakmania tersebut. Persija tercatat tidak pernah mencicipi kemenangan di markas Borneo FC sejak 12 September 2018.
Kala itu, Persija menang tipis 1-0 berkat gol Novri Setiawan di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Setelah tahun tersebut, Persija terus menelan pil pahit setiap kali melawat ke Kalimantan. Rentetan hasil minor meliputi kekalahan 0-1 pada 2019, takluk 2-1 pada musim 2021/2022, hingga kekalahan beruntun 1-3 pada musim 2022/2023 dan 2023/2024.
Bahkan, tren negatif tersebut berlanjut hingga musim 2024/2025 dan 2025/2026, di mana Persija selalu pulang dengan tangan hampa. Memutus kutukan delapan tahun di laga debut resmi tentu bukan perkara mudah bagi pelatih mana pun, namun Shin mampu membuktikan kapasitasnya di bawah tekanan tinggi.
Shin Tae-yong sendiri mengakui bahwa tantangan di Kalimantan bukanlah hal yang sepele. Dalam sesi jumpa pers pascapertandingan, ia tidak mampu menyembunyikan kepuasannya melihat anak asuhnya mampu tampil disiplin dan menjaga fokus sepanjang 90 menit permainan.
"Setahu saya, Persija sudah sekitar delapan tahun tidak meraih kemenangan di sini. Pertandingan pertama memang selalu sulit, tetapi para pemain menunjukkan mentalitas luar biasa dengan tidak kehilangan konsentrasi hingga peluit akhir berbunyi," ujar Shin dengan nada bangga.
Keberhasilan ini menjadi kontras yang menarik jika dibandingkan dengan penampilan Persija di turnamen pramusim. Sebelumnya, Shin sempat menelan kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya di ajang Piala Presiden 2026. Hasil tersebut sempat memicu keraguan dari publik mengenai adaptasi Shin dengan gaya permainan klub Indonesia.
Namun, kemenangan di Samarinda menjadi bukti bahwa Shin Tae-yong telah melakukan evaluasi mendalam. Transformasi taktik yang ia terapkan mulai terlihat efektif, terutama dalam hal pengorganisasian lini pertahanan yang lebih solid saat menghadapi gempuran tim tuan rumah.
Bagi industri sepak bola Indonesia, kehadiran Shin Tae-yong di Persija membawa dinamika baru. Ekspektasi tinggi yang diletakkan di pundaknya bukan hanya untuk memenangkan trofi, tetapi juga untuk mengangkat standar profesionalisme dan kedisiplinan taktik di level klub.
Ke depannya, Persija di bawah asuhan Shin diprediksi akan menjadi kandidat kuat dalam perebutan gelar juara musim ini. Konsistensi menjadi tantangan berikutnya bagi skuad Macan Kemayoran untuk membuktikan bahwa kemenangan atas Borneo FC bukanlah kebetulan.
Langkah selanjutnya bagi Shin adalah mempertahankan tren positif ini saat menghadapi lawan-lawan berikutnya. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap kedalaman skuad, bukan tidak mungkin Persija akan tampil lebih dominan dan menghapus stigma tim yang kesulitan di laga tandang.