Tottenham Hotspur memasuki musim panas yang sibuk dengan strategi ganda: membelanjakan dana fantastis untuk memperkuat skuad, namun siap kehilangan dua pilar utama. Roberto De Zerbi, yang baru menjabat manajer musim ini, mengungkapkan sikap terbuka soal nasib Cristian Romero dan Guglielmo Vicario. Keduanya dianggap fondasi tim, namun De Zerbi menegaskan tidak akan memaksa pemain yang ingin pergi.
Kebijakan itu terungkap saat De Zerbi berbicara dengan media Italia, Tribuna. "Saya sudah katakan bahwa saya menghormati keinginan pemain. Mereka memang membantu saya bertahan, maka saya akan membantu Anda untuk pergi," ujar pelatih asal Brescia itu. Pernyataan itu datang di tengah geger bursa transfer yang mengaitkan Romero dengan Inter Milan, juara Serie A musim lalu.
Belanja Tottenham musim ini memang mencolok. The Lilywhites mencatat pengeluaran lebih dari 200 juta paun untuk enam pemain baru. Sandro Tonali, Mateus Fernandes, dan Jan Paul van Hecke menjadi rekrutan berbayar, sementara tiga lainnya datang bebas transfer. Investasi besar itu bertujuan memperbaiki beberapa sektor demi mengejar finis empat besar Premier League musim depan.
Di sisi lain, keberadaan Romero dan Vicario justru jadi pertanda tanda tanya. Romero, bek tengah Argentina, menjadi target Inter Milan. Negosiasi antara dua klub berlangsung dan selisih nilai kini tinggal 9 juta paun. Vicario, kiper Italia yang konsisten musim lalu, juga dikabarkan menarik minat beberapa klub besar Eropa. Kedua pemain ini merupakan tulang punggung sistem pertahanan De Zerbi.
Sikap De Zerbi yang santai soal kemungkinan kepergian dua bintang ini mencerminkan filsafat manajemennya. Ia menilai memaksa pemain betah justru berisiko merusak kematangan ruang ganti. "Romero tidak pernah ada masalah dengan saya. Sikapnya, rasa hormat, dia juga menderita ketika tidak bisa bermain di laga terakhir musim lalu," tambah De Zerbi, mengakui profesionalitas bek berusia 26 tahun itu.
Bagi penggemar Tottenham di Indonesia, berita ini menimbulkan kecemasan dan keheranan sekaligus. Spurs memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, terutama sejak era Son Heung-min. Kepergian Romero dan Vicario akan melemahkan lini belakang yang baru saja disusun ulang. Banyak penggemar lokal yang mengikuti perkembangan bursa transfer lewat platform streaming dan media sosial, membuat isu ini jadi percakapan hangat di komunitas sepak bola Indonesia.
Dampaknya tidak hanya soal skuad. Jika Romero benar-benar bergabung ke Inter Milan, liga Italia akan menambah daya tarik bagi penonton Indonesia yang sudah familiar dengan Serie A. Sementara Tottenham harus mencari pengganti berkualitas di tengah pasar transfer yang sudah menipis. Keputusan De Zerbi untuk tidak menghalangi keinginan pemain juga jadi sorotan tersendiri bagi pelatih dan manajer klub lokal di Indonesia.
Kendati demikian, Tottenham belum diam. Manajemen klub dipastikan sudah menyiapkan daftar calon pengganti jika negosiasi Romero dengan Inter mencapai titik terang. Nama-nama bek muda dari Bundesliga dan Liga Portugal mulai disebut-sebut di media Inggris. Sementara untuk posisi kiper, Vicario masih menjadi prioritas utama, tapi klub siap mendengar penawaran yang tidak bisa ditolak.
Proyeksi ke depan, minggu-minggu mendatang akan menentukan arah angin. Jika Romero resmi berpindah ke Milan, Tottenham kehilangan pemimpin pertahanan yang juga berperan dalam membangun serangan dari belakang. De Zerbi harus cepat menemukan solusi agar target finis empat besar tidak jadi mimpi. Bagi penggemar di Indonesia, musim depan Premier League akan jadi ujian kesabaran menunggu wajah baru Spurs beraksi di layar.