Rodrigo De Paul menyampaikan pesan yang sangat emosional setelah Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina. Messi, yang telah melayani negaranya selama 21 tahun, mengakhiri karier internasionalnya dengan catatan gemilang: 207 pertandingan, 125 gol, dan 68 assist.
De Paul, yang juga menjadi rekan setim Messi di Inter Miami, menyebutkan betapa sulitnya bagi siapa pun untuk melewati tekanan dan teka-teki yang selalu dialami Messi di setiap pertandingan penting. Namun, ia menekankan, Messi tak pernah menyerah dan selalu bangkit tanpa alasan atau rasa ingin membuktikan sesuatu.
"Jika ada satu hal yang tak pernah berubah darimu, itu adalah kecintaanmu pada seragam ini dan pada negara ini," tulis De Paul di Instagram. Pesan ini mencerminkan rasa syukur dan penghargaan mendalam terhadap kontribusi Messi.
Sejumlah pemain Argentina mengaku merasa terinspirasi oleh kepemimpinan Messi. De Paul sendiri pernah disebut sebagai 'bodyguard' Messi karena kedekatannya. Ia menjelaskan bagaimana Messi selalu menjadi sosok pimpinan yang memberikan segalanya demi tim.
"Melihatmu berjalan dengan nomor 10 dan ban kapten di hadapan kami membuat kami merasa dilindungi," imbuhnya. Rasa hormat dan kepercayaan itu menjadi modal utama bagi seluruh generasi pemain Argentina.
De Paul juga menyampaikan rasa bahagianya bisa mengangkat trofi Piala Dunia 2022 bersama Messi. "Betapa beruntungnya aku bisa berada di sisimu pada salah satu momen terpenting dalam sejarah kita," ujarnya.
Pensiun Messi dari Timnas Argentina membuka pertanyaan besar: siapa yang bisa menggantikannya? Banyak analis sepak bola menyebutkan bahwa Messi adalah sosok yang mustahil untuk digantikan. Ia adalah simbol perjuangan, kemenangan, dan kebanggaan Argentina.
Di sisi lain, hal ini juga menandai akhir dari satu era emas dalam sejarah sepak bola Argentina. Generasi baru kini ditantang untuk membukti diri dan menciptakan identitas baru.
Bagi para penggemar sepak bola di Indonesia, pensiun Messi ini tentu menjadi momen bersejarah. Messi selalu menjadi idola utama di banyak hati, termasuk di kalangan suporter sepak bola Tanah Air.
Karier internasional Messi yang berakhir ini juga menimbulkan refleksi tentang betapa pentingnya sebuah legenda bisa pergi di puncak. Ia meninggalkan warisan yang tak tergantikan.
De Paul pun menutup pesannya dengan penuh kasih sayang: "Aku menyayangimu, Saudaraku." Pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik kesuksesan, ada ikatan emosional yang tak terlihat.
Apa pun yang Messi lakukan di masa depan, jejaknya di Timnas Argentina akan selalu dikenang. Era bertanya-tanya telah usai, digantikan oleh kenangan yang abadi.