Cole Palmer memasuki musim keempatnya di Stamford Bridge dengan mentalitas yang berbeda. Usai tidak terpilih dalam skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026, pemain berusia 24 tahun itu mengubah kekecewaan menjadi bahan bakar latihan.
Musim lalu Palmer hanya sempat tampil 34 kali di semua kompetisi karena diganggu cedera berulang. Meski demikian, ia tetap mencatat 11 gol dan tiga assist, angka yang menunjukkan potensi besar saat fit.
Thomas Tuchel, manajer Inggris, memutuskan tidak membawa Palmer ke turnamen dunia. Keputusan itu menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat, mengingat kontribusi offensifnya di Chelsea relatif konsisten.
"Ya, tentu saja. Seperti hal yang lainnya," ujar Palmer saat ditanya apakah pencoretan nama memberinya motivasi tambahan. "Kalau seseorang bilang Anda tidak cukup bagus, Anda akan berpikir, 'Baiklah, saya akan berusaha lebih keras'."
Libur musim panas menjadi momen berharga bagi Palmer. Selama tujuh minggu ia tidak terikat jadwal latihan intensif, menghabiskan waktu bersama keluarga dan merasa fisik lebih segar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Chelsea akan membuka kampanye Premier League 2025/26 dengan laga lawan Fulham pada 25 Agustus. Pertandingan ini menjadi uji coba pertama apakah Palmer benar-benar telah pulih sepenuhnya.
Dalam skema Tuchel di klub, Palmer sering diposisikan sebagai playmaker di belakang penyerang utama. Kreativitas dan kemampuan menembak jarak jauh menjadikannya senjata taktis yang sulit diprediksi lawan.
Jika Palmer mampu menjaga konsistensi, Chelsea memiliki peluang lebih besar bersaing di puncak klasemen. Kehadirannya juga meringankan beban penyerang lain seperti Nicolas Jackson dan Christopher Nkunku.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan Palmer menarik karena Chelsea memiliki basis penggemar besar di negeri ini. Performa gemilangnya bisa meningkatkan minat menonton liga Inggris lewat platform streaming lokal.
Meskipun tidak ke Piala Dunia, peluang Palmer untuk kembali ke timnas Inggris tetap terbuka. Tuchel dikenal memberi kesempatan kepada pemain yang menunjukkan performa tinggi di tingkat klub.
Dinamika seleksi Timnas Inggris kini semakin ketat dengan munculnya bakat muda seperti Jude Bellingham dan Phil Foden. Palmer harus membuktikan dirinya setiap pekan untuk menarik perhatian pelatih.
Proyeksi musim ini: Palmer diharapkan minimal mencetak 15 gol dan memberikan 8 assist di Premier League. Jika target tercapai, ia tidak hanya menjadi kunci Chelsea, tapi juga calon kuat untuk skuad Inggris di kualifikasi Euro 2028.