Manchester City memulai era baru di bawah kepemimpinan Enzo Maresca dengan cara yang paling dramatis. Di Etihad Stadium, Minggu (23/8) malam WIB, The Citizens sempat tertinggal 0-1 usai Marcus Tavernier mencetak gol untuk Bournemouth pada menit ke-27. Keunggulan tamu bertahan hingga istirahat, memaksa Maresca melakukan evaluasi di jeda.
Babak kedua menghadirkan wajah City yang berbeda. Marc Guehi menyamakan kedudukan pada menit ke-58, sebelum Josko Gvardiol menembakkan gol kemenangan delapan menit kemudian. Kemenangan 2-1 itu mengantarkan City mengoleksi tiga poin penuh, meski posisi klasemen masih terpuruk di urutan ketujuh karena kalah selisih gol dari tim-tim lain yang menang dengan margin lebih besar.
Nasib berlawanan dialami Liverpool di St. James Park. Pasukan Arne Slot tampil dominan di awal, namun Newcastle United justru yang mencetak gol pertama lewat Anthony Elanga pada menit ke-34. Joe Willock mengganggulkan keunggulan 2-0 untuk The Magpies di menit ke-62, mendorong Liverpool ke ambang kekalahan.
Reaksi Merah datang terlambat namun penuh dramatis. Cody Gakpo mempersempit jarak di menit ke-78, lalu Dominik Szoboszlai mengeksekusi penalti dengan dingin di menit ke-90+4, menyelamatkan satu poin bagi tim tamu. Hasil imbang 2-2 itu menempatkan Liverpool di peringkat kesembilan — awal yang mengecewakan bagi klub yang menargetkan gelar.
Di pertandingan lain, Brighton & Hove Albion memperlihatkan kejut dengan menggasak Aston Villa 4-0 di Amex Stadium. Hasil itu melesatkan The Seagulls ke puncak klasemen sementara, mengungguli Arsenal, Brentford, dan Everton yang masing-masing mengoleksi tiga poin dengan selisih gol lebih tipis. Fabian Hurzeler, pelatih termuda dalam sejarah Premier League, langsung mencatatkan prestasi gemilang pada debutnya.
Pekan pertama musim ini juga menampilkan pola menarik: delapan tim berhasil mengoleksi tiga poin, namun hanya Brighton yang menang dengan selisih gol empat. Arsenal mengalahkan lawan 3-0, Brentford dan Everton masing-masing 3-0 dan 2-0, sedangkan Hull City, Ipswich Town, dan Leeds United menang tipis 2-1, 2-1, dan 1-0. Ketebalan persaingan terlihat sejak awal.
Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Coventry City menjadi tiga tim yang tersingkir paling parah — masing-masing kekalahan 0-2, 0-3, dan 0-3. Erik ten Hag menghadapi tekanan awal musim kedua, sementara Ange Postecoglou harus segera menemukan formula setelah timnya diserbu tanpa balas. Coventry, promosi baru, terkejut dengan realitas liga atas.
Fulham vs Chelsea yang dijadwalkan Selasa (25/8) dini hari WIB menjadi satu-satunya laga yang belum berlangsung. Laga derby London itu diprediksi akan menggeser komposisi bagian atas klasemen, mengingat Chelsea memiliki skuad yang diperkuat signifikan di bursa transfer musim panas. Hasilnya bisa mendorong The Blues ke zona Liga Champions sejak awal.
Dari perspektif penggemar Indonesia, awal musim ini menawarkan narasi yang kaya. Debut Maresca di City, tekanan pada Slot di Liverpool, dan kejut Brighton menciptakan dinamika yang akan menentukan alur cerita sepak bola Eropa musim ini. Zona waktu WIB yang ramah — sebagian besar laga berlangsung malam hingga dini hari — memudahkan penonton Indonesia mengikuti setiap putaran.
Secara historis, tim yang memimpin klasemen setelah pekan pertama jarang menjamin gelar di akhir musim. Musim 2025/2026, Liverpool memimpin awal musim tapi kalah gelar di tangan Arsenal di putaran terakhir. Oleh karena itu, posisi Brighton di puncak lebih bersifat simbolik daripada prediktif. Konsistensi selama 38 pekan akan menjadi penentu sejati.
Maresca dan Slot keduanya menghadapi ujian karakter yang berbeda. Maresca harus membuktikan filosofi sepak bolanya berfungsi di tingkat tertinggi setelah sukses di Leicester City. Slot harus mengelola transisi pasca-Jurgen Klopp tanpa kehilangan identitas pressing tinggi yang jadi ciri khas Liverpool. Keduanya tidak punya waktu lama untuk beradaptasi.
Pekan kedua akan mempertemukan City dengan Newcastle di St. James Park — ujian nyata untuk Maresca menghadapi tim yang baru menyakiti Liverpool. Sementara Liverpool akan menyambut Arsenal di Anfield dalam laga raksasa yang bisa menentukan arah persaingan gelar sejak dini. Brighton akan diuji ketahanan mentalnya saat berkunjung ke Old Trafford menghadapi Manchester United yang terdesak.