Olahraga

Cedera Punggung Parah, Aktor Jeremy Chan Belajar Pentingnya Mobilitas Tubuh

Cedera Punggung Parah, Aktor Jeremy Chan Belajar Pentingnya Mobilitas Tubuh

Ringkasan

  • Aktor Jeremy Chan terpaksa bergantung pada istrinya setelah cedera punggung lamanya kambuh, yang membuatnya sulit bergerak selama dua hari.
  • Ia kini lebih fokus menjaga mobilitas tubuh.

Aktor ternama asal Singapura, Jeremy Chan, baru saja mengalami insiden kesehatan yang membuka matanya akan pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah kesibukan syuting. Pria berusia 45 tahun ini sempat tidak mampu berdiri, duduk, atau berbaring dengan normal setelah cedera punggung lamanya kambuh secara tiba-tiba. Kondisi yang begitu melumpuhkan tersebut bahkan membuatnya harus bergantung penuh pada sang istri, aktris Jesseca Liu, untuk aktivitas mendasar seperti mengenakan pakaian.

Masalah kesehatan ini sebenarnya memiliki akar dari proyek film blockbuster Mediacorp, 'All That Glitters', yang ia kerjakan pada 2023. Dalam produksi tersebut, Chan memerankan seorang petarung Muay Thai yang menuntut performa fisik intens. Tanpa pemanasan yang memadai sebelum pengambilan gambar, tubuhnya mengalami tekanan berlebih yang berakumulasi seiring berjalannya waktu. Kombinasi antara cedera masa lalu, ketegangan otot berulang, dan faktor usia menjadi pemicu utama saat ia akhirnya ambruk di hari libur.

Kejadian tersebut bermula ketika Chan mendengar suara 'biak' dari punggungnya saat mencoba berbalik badan. Ia sempat mencoba mencari pengobatan mandiri ke seorang praktisi pengobatan tradisional Tiongkok (TCM), namun justru mendapati kakinya kaku total setelah prosedur akupunktur. Situasi darurat ini memaksanya memanggil sang istri untuk membawanya ke fasilitas medis, di mana ia menerima suntikan steroid dan instruksi untuk beristirahat total selama dua hari.

Bagi seorang aktor yang terbiasa dengan jadwal syuting padat, ketergantungan fisik ini menjadi pelajaran berharga. Ia mengaku sangat bersyukur karena sang istri berada di Singapura untuk merawatnya. Jika tidak, ia harus menghadapi realitas memalukan dengan meminta bantuan kru produksi hanya untuk berganti kostum di lokasi syuting. Pengalaman ini menyadarkannya bahwa cedera serius tidak selalu datang dari kecelakaan besar, melainkan bisa dipicu oleh gerakan sepele dalam rutinitas harian.

Fenomena cedera akibat gerakan mundane atau sehari-hari sebenarnya sering disepelekan banyak orang, termasuk di Indonesia. Banyak atlet maupun pekerja seni yang merasa bahwa pemanasan hanya penting saat melakukan olahraga berat. Padahal, otot yang kaku dan kurangnya fleksibilitas membuat risiko cedera saat beraktivitas ringan—seperti bangun dari kursi atau memakai celana—menjadi jauh lebih tinggi. Kurangnya edukasi mengenai mobilitas dan pemulihan otot sering kali menjadi penyebab utama masalah kronis pada punggung bawah di kalangan masyarakat urban.

Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya mobilitas otot mulai berkembang seiring dengan tren hidup sehat, namun masih terbatas pada komunitas gym. Padahal, bagi individu dengan mobilitas tinggi seperti pekerja kreatif atau atlet, menjaga kesehatan tulang belakang adalah investasi jangka panjang. Seringkali, kita baru memberikan perhatian ekstra setelah fungsi tubuh terganggu, sebuah pola yang kini berusaha diubah oleh Jeremy Chan dengan mulai rutin melakukan peregangan setiap pagi.

Chan kini lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Ia tidak lagi langsung melompat bangun dari tempat tidur, melainkan mengambil waktu untuk melakukan peregangan perlahan agar tubuhnya siap menerima beban. Meskipun belum menjalani pemeriksaan medis mendalam, ia merasa kondisinya sudah membaik setelah menjalani serangkaian terapi akupunktur. Langkah preventif ini menjadi kunci baginya untuk tetap bisa berakting tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang.

Selain masalah fisik, Chan juga berbagi refleksi mengenai karier. Ia sempat menyesali keputusan masa mudanya yang tidak berani mengambil peluang untuk mengembangkan karier di industri hiburan Hong Kong. Namun, ia kini memandang segalanya dengan lebih bijak, percaya bahwa setiap jalan hidup memiliki hikmahnya sendiri. Pandangan positif ini juga ia terapkan dalam menjaga komitmen pribadinya, termasuk nazar vegetariannya demi kesuksesan sang istri.

Komitmen untuk menjadi vegetarian setiap tanggal satu dan lima belas dalam kalender lunar tetap ia jalankan dengan disiplin. Bahkan saat harus syuting di luar kota dengan pilihan makanan terbatas, ia tetap memilih menu salad sebagai alternatif. Keteguhan ini mencerminkan karakter Chan yang disiplin, baik dalam urusan karier maupun janji pribadi.

Menatap masa depan, Chan tetap fokus pada perannya dalam drama 'Sooner Or Later' yang akan tayang pada 2027. Ia sadar bahwa karier di dunia seni peran membutuhkan ketahanan fisik yang prima. Dengan perubahan gaya hidup yang lebih memperhatikan kesehatan punggung, ia berharap dapat terus memberikan performa maksimal tanpa harus kembali berurusan dengan cedera yang menghambat mobilitasnya.

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tubuh memiliki batas. Memahami sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh otot sebelum cedera parah terjadi adalah bentuk tanggung jawab diri. Bagi para penggemar dan praktisi olahraga di tanah air, pelajaran dari Jeremy Chan menekankan bahwa pemanasan dan fleksibilitas bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam menjaga produktivitas kerja.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya edukasi mobilitas otot yang sering diabaikan oleh masyarakat urban Indonesia. Banyak orang menganggap cedera hanya terjadi pada atlet profesional, padahal gerakan sehari-hari yang salah bisa berakibat fatal bagi tulang belakang. Implikasi bagi pembaca adalah perlunya rutin melakukan peregangan dan pemanasan, bahkan sebelum beraktivitas ringan, untuk menghindari cedera kronis di masa depan.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Cedera Punggung Parah, Aktor Jeremy Chan Belajar Pentingnya Mobilitas Tubuh"?

Aktor Jeremy Chan terpaksa bergantung pada istrinya setelah cedera punggung lamanya kambuh, yang membuatnya sulit bergerak selama dua hari. Ia kini lebih fokus menjaga mobilitas tubuh.

Mengapa Olahraga ini penting?

Berita ini menyoroti pentingnya edukasi mobilitas otot yang sering diabaikan oleh masyarakat urban Indonesia. Banyak orang menganggap cedera hanya terjadi pada atlet profesional, padahal gerakan sehari-hari yang salah bisa berakibat fatal bagi tulang belakang. Implikasi bagi pembaca adalah perlunya rutin melakukan peregangan dan pemanasan, bahkan sebelum beraktivitas ringan, untuk menghindari cede

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
24 September 2026
Waktu Baca
5 menit