Petenis Swiss, Belinda Bencic, dipaksa menghentikan langkahnya di turnamen WTA 1000 National Bank Open 2026 di Toronto, Kanada. Ia mundur dari partai perempat final karena mengalami cedera pinggul. Alhasil, lawannya, Coco Gauff, otomatis melaju ke semifinal tanpa harus bertanding.
Bencic sejatinya dijadwalkan menghadapi unggulan asal Amerika Serikat, Gauff, pada Selasa (11/8) waktu setempat. Namun, kondisi fisiknya tidak memungkinkan. Petenis berusia 29 tahun itu mengaku sangat kecewa harus mengakhiri perjuangannya di turnamen yang pernah ia juarai pada 2015 tersebut.
"Saya benar-benar minta maaf karena tidak dapat bertanding. Ini turnamen yang luar biasa dan saya sangat menantikan bermain di depan para penggemar hebat di Toronto. Saya berharap dapat kembali ke Toronto pada kesempatan berikutnya," ujar Bencic dalam pernyataan resmi yang dikutip WTA, Rabu (12/8).
Keputusan mundur ini sebenarnya bukan tanpa tanda-tanda. Bencic sudah merasakan cedera sejak Wimbledon. Setelah mengalahkan Sloane Stephens di babak kedua, ia bahkan sempat mengaku tidak yakin bisa tampil di Toronto. Cedera yang membekapnya membutuhkan penanganan lebih lanjut.
"Saya menghadapi beberapa tantangan setelah Wimbledon dengan cedera yang masih berlanjut, sehingga saya tidak benar-benar yakin akan bermain di sini. Saya sangat senang bisa datang dan memenangi pertandingan pertama," kata Bencic kala itu.
Proses pemulihan Bencic berjalan lebih lambat dari perkiraan. Namun, kecintaannya pada turnamen di Toronto membuatnya berupaya keras untuk tetap tampil. Sepanjang turnamen, ia terlihat menggunakan perban cukup tebal pada bagian kaki. Bencic menyebut perban itu cukup membantu selama bertanding.
Perjalanan Bencic di Toronto musim ini terbilang berat. Sebelum mencapai perempat final, ia menyingkirkan Sloane Stephens, Taylor Townsend, dan Alexandra Eala. Pertandingan melawan Townsend menjadi laga paling menguras fisik. Ia butuh waktu tiga jam 24 menit untuk memastikan kemenangan.
Setelah menang atas Eala pada Senin (11/8) WIB, Bencic sempat memberikan kabar positif. Ia mengaku pemulihannya berjalan baik dan tidak merasakan masalah fisik yang tidak biasa. Namun, cedera yang dideritanya sejak Wimbledon ternyata belum pulih sepenuhnya.
"Saya merasa kondisi kebugaran saya belum sepenuhnya kembali karena menghadapi beberapa kendala setelah Wimbledon dan tidak bisa banyak berlatih. Saya masih merasa bisa menjadi lebih baik untuk US Open. Saya senang bisa melewati kondisi tersebut," tutur Bencic.
Keputusan mundur ini tentu menjadi pukulan telak bagi Bencic. Ia dijadwalkan kembali bertanding pada Cincinnati Open setelah turnamen Toronto. Pertanyaannya, apakah kondisinya akan cukup pulih untuk tampil di turnamen tersebut? Yang jelas, ia ingin berada dalam kondisi prima untuk US Open.
Di sisi lain, Gauff untuk pertama kalinya mencapai semifinal National Bank Open. Petenis berusia 22 tahun itu akan bertanding pada Kamis (13/8) menghadapi pemenang pertandingan antara unggulan keenam Elena Rybakina dan Naomi Osaka. Tiket ke final yang digelar Jumat (14/8) menjadi taruhannya.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kabar ini kembali mengingatkan betapa pentingnya manajemen fisik di tengah padatnya kalender tur. Cedera seperti yang dialami Bencic bisa menimpa siapa saja, termasuk petenis Indonesia yang mulai merambah turnamen internasional. Pemulihan yang terburu-buru justru bisa memperparah cedera.
Konsistensi Gauff di turnamen WTA 1000 juga menjadi sorotan. Ia terus menunjukkan perkembangan matang. Dengan pengalaman dan permainan agresifnya, peluangnya untuk melaju ke final terbuka lebar. Namun, lawan di semifinal nanti, baik Rybakina maupun Osaka, sama-sama memiliki kualitas yang tidak bisa diremehkan.
Turnamen Toronto tahun ini menjadi bukti bahwa persaingan di papan atas tenis wanita semakin ketat. Setiap petenis harus berjuang ekstra keras, tidak hanya untuk memenangi pertandingan, tetapi juga menjaga kondisi tubuh tetap prima. Bencic menjadi contoh nyata bagaimana cedera bisa mengubah segalanya dalam sekejap.