Olahraga

Carlos Queiroz Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Ghana Setelah Tiga Bulan Menjabat

Carlos Queiroz Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Ghana Setelah Tiga Bulan Menjabat

Ringkasan

  • Carlos Queiroz resmi meninggalkan jabatannya sebagai pelatih timnas Ghana setelah tiga bulan memimpin tim di ajang Piala Dunia.

Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Afrika setelah Carlos Queiroz resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala tim nasional Ghana. Keputusan ini diambil hanya tiga bulan setelah ia ditunjuk untuk menukangi tim berjuluk Black Stars tersebut. Langkah ini menyusul berakhirnya perjalanan Ghana di ajang Piala Dunia, di mana mereka harus tersingkir di babak 32 besar.

Pria berusia 73 tahun yang memiliki segudang pengalaman ini sebelumnya didatangkan pada bulan April lalu. Ia menggantikan posisi Otto Addo, yang memutuskan untuk berpisah dengan federasi sepak bola Ghana hanya 72 hari sebelum turnamen bergengsi tersebut dimulai. Kehadiran Queiroz diharapkan mampu memberikan stabilitas taktis bagi tim yang sedang dalam masa transisi.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya, Queiroz mengungkapkan perasaannya terkait masa jabatannya yang singkat. Ia mengaku bangga dengan pencapaian tim selama masa kepemimpinannya, meskipun ia juga merasa ada target yang belum terpenuhi. Baginya, mencapai level tertentu bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal untuk ambisi yang lebih besar di masa depan.

Performa Ghana selama Piala Dunia sendiri menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Mereka sempat mencatatkan kemenangan impresif atas Panama dan menahan imbang Inggris. Meskipun sempat menelan kekalahan dari Kroasia, Ghana berhasil finis di peringkat ketiga Grup L dan lolos ke babak sistem gugur sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Namun, langkah mereka akhirnya terhenti setelah kalah tipis 1-0 dari Kolombia.

Sebagai pelatih yang telah malang melintang di dunia sepak bola internasional, Queiroz sebelumnya pernah menangani tim nasional Iran, Portugal, dan Mesir. Turnamen ini menandai partisipasi kelimanya secara berturut-turut di Piala Dunia sebagai pelatih. Selama masa singkatnya bersama Ghana, ia tercatat hanya memimpin satu pertandingan persahabatan sebelum terjun langsung ke turnamen utama.

Kepergian Queiroz kini meninggalkan teka-teki mengenai siapa yang akan menahkodai Black Stars selanjutnya. Federasi sepak bola Ghana diharapkan segera mencari suksesor yang mampu melanjutkan visi pengembangan tim pasca-Piala Dunia. Keputusan Queiroz untuk mundur menjadi babak baru dalam dinamika kepelatihan tim nasional di panggung internasional yang terus menuntut hasil instan.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menyoroti tantangan besar dalam manajemen tim nasional yang sering kali menuntut hasil instan dalam waktu singkat. Bagi industri olahraga di Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya keselarasan visi antara pelatih berpengalaman dengan target jangka panjang sebuah federasi sepak bola.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit