Sepakbola

Bek Brasil Jatuh ke Lubang saat Selebrasi, Gol Dianulir VAR

Ringkasan

  • Bek Coritiba, Jacy Maranhao, jatuh ke lubang lorong pemain saat merayakan gol di Brasileirao 2026.
  • Golnya dianulir VAR dan ia mengalami cedera kaki.

Jacy Maranhao, bek asal Brasil, menjadi sorotan setelah insiden unik dalam laga Brasileirao 2026 antara Coritiba dan Chapecoense. Pemain berusia 24 tahun itu jatuh ke dalam lubang lorong pemain di Stadion Couto Pereira, Curitiba, ketika merayakan gol yang dicetaknya pada babak pertama.

Kejadian bermula saat Coritiba unggul dan Jacy mencetak gol langka. Sebagai bek, ia jarang mencetak gol, sehingga euforia yang dirasakannya begitu besar. Ia berlari menuju sisi lapangan, melompati papan iklan, tanpa menyadari adanya lubang akses bawah tanah yang terbuka di belakangnya.

Video kejadian itu viral di media sosial. Jacy terlihat menghilang ke dalam lubang, lalu muncul kembali dengan sempoyongan sambil memegang kepalanya. Ia sempat tersenyum, tetapi kesakitan mulai terasa di kakinya.

Wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR. Keputusan itu membuat upaya Jacy sia-sia. Ia pun ditarik keluar pada babak kedua karena mengeluh sakit pada kaki yang menahan beban saat jatuh. Coritiba akhirnya menang 2-1 atas Chapecoense.

Dalam wawancara dengan media setempat, Jacy mengaku terbawa suasana. Ia berniat merayakan gol bersama istrinya yang sedang hamil dan duduk di tribun penonton. Ia lupa bahwa akses menuju lorong bawah tanah itu berada tepat di balik papan iklan.

"Saat saya melompat... Anda tahu rasanya bermimpi jatuh dari gedung? Seperti itulah rasanya," kata Jacy dikutip Soccerway.

Pintu lorong tersebut biasanya tertutup selama pertandingan. Namun, kali ini terbuka karena waktu sudah di pengujung babak pertama. Jacy menegaskan bahwa ia lebih kaget daripada mengalami cedera serius. Setelah pertandingan, ia menulis di media sosial bahwa kondisinya semakin membaik.

Insiden ini bukan yang pertama terjadi di Stadion Couto Pereira. Pada 2014, penyerang asal Kamerun, Joel Tagueu, juga pernah terjatuh ke dalam lorong yang sama saat merayakan gol untuk Coritiba. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur stadion tersebut memiliki celah yang berbahaya bagi pemain.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, insiden ini mengingatkan pada pentingnya standar keamanan stadion. Di Indonesia, banyak stadion yang masih memiliki area pinggir lapangan sempit tanpa pembatas yang memadai. Insiden seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi pengelola stadion dan panitia penyelenggara.

Selebrasi berlebihan memang menjadi bagian dari emosi sepak bola. Namun, keselamatan pemain tetap harus diutamakan. Jacy beruntung tidak mengalami cedera parah. Ia kini dalam masa pemulihan dan berharap bisa segera kembali bermain.

Coritiba sendiri akan terus berjuang di Brasileirao 2026. Sementara itu, Jacy harus memastikan kondisinya benar-benar pulih sebelum kembali ke lapangan. Pengalaman ini mungkin membuatnya berpikir dua kali untuk melompati papan iklan lagi.

Tren selebrasi yang melibatkan penonton atau aksi ekstrem memang kerap terjadi di liga-liga Eropa. Namun, insiden seperti yang dialami Jacy menjadi pengingat bahwa setiap elemen stadion, termasuk lorong pemain, harus diperhitungkan dalam desain keamanan.

Ke depannya, diharapkan klub-klub Brasil, termasuk Coritiba, lebih memperhatikan protokol keselamatan di area pinggir lapangan. Insiden ini juga viral dan menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, berita ini menyoroti bagaimana euforia selebrasi bisa berdampak pada keselamatan pemain. Ini juga membuka diskusi tentang keamanan infrastruktur stadion di Indonesia, terutama dengan semakin maraknya penggunaan VAR oleh PSSI. Kisah Jacy menunjukkan bahwa bahkan di liga profesional seperti Brasil, celah keamanan masih bisa terjadi. Implikasinya, pengelola stadion di Indonesia harus belajar dari insiden ini untuk mencegah risiko serupa di kompetisi domestik.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
11 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit