Seorang bek asal Brasil, Jacy Maranhao, menjadi viral setelah selebrasi golnya berujung insiden tak terduga. Ia jatuh ke dalam lubang akses menuju lorong ganti pemain di Stadion Couto Pereira, Curitiba, saat membela Coritibia melawan Chapecoense dalam lanjutan Brasileirao 2026.
Kejadian berawal saat Jacy mencetak gol dan langsung melompati papan iklan untuk merayakannya. Ia bermaksud berbagi momen bahagia dengan istrinya yang sedang hamil dan duduk di tribun. Apesnya, Jacy tidak menyadari bahwa di balik papan iklan tersebut terdapat sebuah lubang terbuka yang menghubungkan lapangan dengan lorong pemain.
Video insiden itu direkam penonton dan tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman, Jacy terlihat menghilang seketika, kemudian memanjat keluar dengan sempoyongan. Ia tampak bingung dan kesakitan, tetapi masih bisa melanjutkan pertandingan hingga akhir babak pertama.
Di luar dugaan, wasit menganulir gol Jacy setelah meninjau VAR. Keputusan itu tentu menambah pahitnya momen yang seharusnya menjadi perayaan bagi pemain dan pendukung Coritibia. Meski demikian, Coritibia tetap memenangi laga dengan skor 2-1.
Jacy mengungkapkan pengalamannya kepada media setempat. Ia mengaku terbawa suasana karena sebagai bek, peluang mencetak gol sangat langka. "Saat saya melompat, Anda tahu rasanya bermimpi jatuh dari gedung? Seperti itulah rasanya," ujarnya dikutip Soccerway.
Ia menjelaskan bahwa pintu lorong bawah tanah itu biasanya tertutup selama pertandingan. Namun, kali ini pintu kebetulan terbuka karena pertandingan sudah mendekati akhir babak pertama. Sebuah kombinasi antara euforia dan kelalaian yang berujung insiden langka.
Setelah laga, Jacy mengaku lebih merasakan kaget daripada cedera serius. Namun, seiring waktu, kakinya terasa sakit dan sulit menahan beban tubuh. Ia pun ditarik keluar pada babak kedua dan menjalani pemulihan.
Dalam unggahan di media sosial, Jacy menyampaikan kabar terbaru: "Hari ini kondisi saya jauh lebih baik dan sedang dalam masa pemulihan." Ia juga berterima kasih atas dukungan yang mengalir dari rekan setim, pelatih, dan suporter.
Menariknya, insiden serupa bukan pertama kali terjadi di stadion tersebut. Pada 2014, penyerang asal Kamerun, Joel Tagueu, juga pernah terjatuh ke lorong yang sama saat merayakan gol untuk Coritibia. Fakta ini menunjukkan bahwa desain stadion itu menyimpan celah yang bisa menjadi jebakan bagi pemain yang sedang euforia.
Kendati demikian, kasus Jacy membuka kembali perbincangan tentang keselamatan pemain dan infrastruktur stadion. Di tengah tingginya intensitas emosi dalam sepak bola, setiap elemen lapangan harus dirancang dengan mempertimbangkan potensi risiko. Lubang akses yang terbuka tanpa penjagaan ketat jelas membahayakan.
Di Indonesia, momen selebrasi gol yang meluap-luap bukan hal asing. Para pemain Liga 1 kerap melakukan selebrasi ke arah suporter, bahkan memanjat pagar pembatas. Hanya saja, belum pernah ada insiden pemain jatuh ke lubang lorong seperti yang dialami Jacy. Namun, ini menjadi pengingat bahwa faktor keselamatan di stadion harus selalu dievaluasi.
Ekstraksi emosi dalam permainan adalah bagian dari daya tarik sepak bola. Jacy menunjukkan bahwa passion yang tulus bisa berujung pada momen memalukan sekaligus menghibur. Ia pun berniat merayakan gol bersama istrinya yang tengah hamil — sebuah rencana indah yang gagal total karena lubang tak terduga.
Ke depannya, Jacy membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya. Coritibia sendiri tengah bersaing ketat di Brasileirao dan membutuhkan kontribusi terbaik dari setiap pemain. Sementara itu, pihak klub diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap akses-akses tertutup di stadion agar kejadian serupa tak terulang.
Dari perspektif jurnalistik, kisah ini menarik bukan hanya karena absurd, tetapi karena menyentuh aspek kemanusiaan: seorang pemain yang ingin berbagi kebahagiaan dengan keluarga, lalu jatuh dalam arti harfiah dan kiasan. Ini juga menjadi pelajaran bahwa bahkan dalam momen paling membahagiakan, risiko selalu mengintai.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Jacy Maranhao layak menjadi bahan renungan. Ketika mendukung tim kesayangan dan melihat pemain merayakan gol dengan lompatan liar, ingatlah bahwa ada batas yang tidak boleh dilampaui. Keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama, baik di Brasil, Indonesia, maupun di seluruh dunia.