Balsa Sekulic tidak menyangka transisi karirnya dari Liga Montenegro ke Liga 1 Indonesia akan berjalan begitu mulus. Striker berusia 28 tahun itu baru menyelesaikan pekan pertamanya di markas Persib Bandung, namun sikapnya sudah terlihat santai saat ditemui wartawan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (20/7). Ia mengakui segalanya — mulai dari iklim tropis, variasi kuliner, hingga keramahan rekan setim dan staf pelatih — terasa sangat nyaman baginya.
Kenyamanan itu bukan hal sepele bagi pemain asing yang pertama kali menginjak kaki di benua Asia. Sebelum bergabung dengan Maung Bandung, Sekulic mencatat sejarah sebagai top skor Liga Montenegro musim 2025/2026 bersama FK Mornar Bar. Prestasi itu membawanya ke perhatian tim rekrutmen Persib yang sedang mencari penyerang andal untuk mengisi formasi serbuan musim depan. Pilihannya jatuh pada klub kebanggaan Jawa Barat itu, dan Sekulic menilai keputusan itu tepat.
Di balik keputusannya menerima tawaran Persib, terdapat motivasi kompetitif yang jelas. Sekulic ingin menguji kemampuannya di panggung continental, khususnya AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship. Dua turnamen itu menawarkan tingkat kesulitan dan eksposur yang jauh lebih tinggi dibanding liga domestik Montenegro. Baginya, ini bukan sekadar pindah klub, melainkan langkah strategis untuk memperluas jejak karir di kancah international.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah daya tarik unik Persib: komunitas pendukungnya. Bobotoh dikenal sebagai salah satu basis suporter paling fanatik dan loyal di Asia Tenggara. Sekulic mengakui terkejut melihat antusiasme mereka sejak hari pertama. "Mereka luar biasa, sungguh terima kasih banyak," ucapnya sambil tersenyum lebar. Frasa "saya tidak menyangka hal ini" diucapkannya berulang kali, menandakan betapa dalam kesan pertama yang ia terima.
Adaptasi sosial pun berjalan cepat. Dalam beberapa hari, ia sudah menjelajahi sejumlah restoran dan pusat perbelanjaan di Bandung. Kota yang dikenal sejuk dan ramah ini dinilainya sangat cocok untuk gaya hidup sehari-hari. Tidak ada hambatan bahasa yang signifikan karena mayoritas pemain dan staf menguasai Inggris, sedangkan manajemen klub menyediakan fasilitas pendampingan untuk memastikan integrasi berjalan lancar.
Namun, kenyamanan di luar lapangan tidak menjamin tempat main. Sekulic harus bersaing ketat dengan dua penyerang senior yang sudah terbukti: Ramon Tanque dan Uilliam Barros. Keduanya memiliki pengalaman bermain di Liga 1 dan memahami karakteristik pertarungan di Indonesia. Sekulic menyadari hal itu dengan jernih. "Saya melihat mereka di lapangan, mereka pemain sangat bagus. Saya di sini untuk berjuang posisi," tegasnya. Keputusan akhir ada di tangan pelatih kepala.
Perspektif taktis, kehadiran Sekulic memberikan variasi baru bagi lini depan Persib. Berbeda dengan Tanque yang bergaya target man klasik dan Barros yang andal di posisi kedua, Sekulic dikenal memiliki gerakan off-the-ball yang cerdas dan finishing dua kaki yang seimbang. Profilnya cocok untuk sistem transisi cepat yang biasa diterapkan pelatih saat ini. Jika berhasil beradaptasi dengan tempo Liga 1 yang lebih fisik dan taktis, ia bisa menjadi senjata ampuh di kompetisi ASEAN Club Championship.
Dari sisi manajemen, rekrutmen Sekulic menandakan geser strategi Persib ke arah pemain dengan profil "value for money" — bintang liga asalnya yang masih di usia produktif, bukan nama besar usia lanjut. Pendekatan ini mirip dengan suksesnya David da Silva atau Marc Klok di masa lalu. Jika Sekulic bisa mereplikasi angka kemenangan di Montenegro, Persib mendapatkan striker berkualitas dengan biaya transfer yang relatif efisien.
Bagi Liga 1 secara umum, kedatangan top skor liga Eropa timur menambah warna kompetisi. Musim lalu, sejumlah striker asing dari liga kedua Eropa atau Amerika Selatan gagal beradaptasi. Keberhasilan Sekulic bisa jadi referensi baru bagi klub lain dalam merekrut pemain dari pasar yang serupa. Ia juga menjadi wajah baru yang menarik perhatian penonton netral, memperkaya narasi liga domestik.
Masa depan dekat akan menentukan apakah "cinta pada pandangan pertama" ini berbuah gol. Debut resmi Sekulic dihadapan Bobotoh di GBLA akan menjadi momen krusial. Tekanan untuk performa instan akan ada, tapi mentalitasnya yang tenang di wawawancara menunjukkan ia siap. Persib, Bobotoh, dan seluruh penggemar Liga 1 kini menunggu: apakah Balsa Sekulic akan menjadi penembak jitu baru yang ditunggu-tunggu Maung Bandung?