Sepakbola

Aubameyang Buktikan Ketajaman di LaLiga, Bikin Gol di Debuatan Pertama

Ringkasan

  • Pierre-Emerick Aubameyang langsung bikin gol saat debut pertamanya bersama Deportivo La Coruna di pekan pembuka Liga Spanyol 2026/27, membantu tim meraih hasil imbang 1-1 melawan Elche.

Pierre-Emerick Aubameyang kembali ke pentas Liga Spanyol, dan tak perlu waktu lama untuk membuktikan kapasitasnya. Pada pekan pembuka musim 2026/27, ia langsung mencetak gol saat membantu Deportivo La Coruna meraih hasil imbang 1-1 melawan Elche.

Aubameyang yang berusia 37 tahun ini sempat dipelajari Deportivo La Coruna setelah klub yang baru saja promosi dari Segunda Division memutuskan untuk mengontraknya. Dengan nilai jual Rp26,7 miliar (1,5 juta Euro), ia menandatangani kontrak selama dua musim ke depan.

Keberhasilan gol pertamanya tak sekadar soal statistik. Ia menjadi simbol harapan bagi tim yang baru kembali ke kompetisi tertinggi Spanyol. Di menit ke-22, ia menerima umpan lambung dari sisi kiri, mengendalikan bola dengan telentang, lalu menendang ke tiang gawang lawal. Gol itu membuktikan bahwa usia tidak menjadi penghalang bagi penyerang yang konsisten selama satu dekade terakhir.

Sebelumnya, Aubameyang pernah membela Barcelona pada Januari 2022 hingga akhir musim, lalu kemudian pindah ke Chelsea. Totalnya, ia mencetak 12 gol dari 19 laga di LaLiga. Di tiga musim terakhir bersama Marseille dan Al Qadsiah, performanya tetap stabil — rata-rata lebih dari 10 gol per musim kompetisi.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, karier Aubameyang ini mengingatkan pada dinamika pemain veteran yang masih relevan. Di Liga 1 Indonesia, banyak mantan pemain internasional yang kembali ke pentas kompetitif meski sudah berada di ambang tiga puluh tahun. Namun, konteks finansial dan kompetisinya jauh berbeda.

Analis sepak bola Eropa menilai keputusan Deportivo La Coruna untuk mendatangkan Aubameyang sebagai strategi pemasaran cerdas. Klub yang baru promosi butuh nama besar untuk menarik perhatian media dan penonton. Ia juga diharapkan membantu mengembangkan budaya menyerang yang lebih agresif.

Di sisi lain, kehadiran Aubameyang juga menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan usia pemain di Liga Spanyol. Meski tidak ada aturan eksplisit, banyak klub cenderung enggan mempertaruhkan pemain di atas 35 tahun secara reguler. Namun, LaLiga justru menjadi salah satu liga yang paling ramah bagi veteran, terutama karena sistem rotasi dan beban kompetisi yang lebih rendah dibanding liganya lain.

Menariknya, Deportivo La Coruna tidak membeli Aubameyang sebagai starter tunggal. Ia kompetisi dengan dua penyerang muda yang baru datang. Tapi, kehadirannya justru menjadi pelajaran bagi generasi muda — bukan hanya soal teknik, tapi juga disiplin dan mentalitas.

Dalam wawancara singkat setelah pertandingan, pelatih Deportivo La Coruna menyatakan bahwa Aubameyang datang bukan untuk istirahat, tapi untuk kontribusi nyata. "Ia tahu kami butuh kehadirannya. Dan ia siap memberikan yang terbaik," ujurnya.

Sementara itu, manajer klub menambahkan bahwa kontrak dua tahun memberi ruang bagi Aubameyang untuk tidak terburu-buru. "Kami ingin ia menikmati peran, bukan sekadar bekasi,” katanya.

Dari sudut pandang pasar transfer, langkah ini juga mencerminkan strategi klub-klub kecil di Eropa yang semakin kreatif. Mereka tidak bisa bersaing secara langsung dengan elang megah Liga Inggris atau Prancis. Jadi, mereka memilih pendekatan bertenaga — mendatangkan legenda untuk menumbuhkan semangat dan identitas klub.

Untuk Aubameyang sendiri, ini bisa menjadi kesempatan terakhirnya untuk menulis babak baru di karier panjangnya. Ia sudah membuktikan di Berserusuh, Borussia Dortmund, Arsenal, Barcelona, Chelsea, Marseille, hingga Al Qadsiah. Sekarang, ia ingin menambahkan namanya di Deportivo La Coruna — klub yang pernah menjadi simbol keagahan di Spanyol pada akhir dekade 1990-an.

Jika Ia berhasil mencetak minimal 10 gol di musim ini, ia akan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah promosi klub ini. Itu juga akan memicu spekulasi tentang kemungkinan pensiun atau pindah ke liga yang lebih santai.

Namun, bagi sekarang, fokusnya jelas: membantu Deportivo La Coruna bertahan di LaLiga. Dan gol di debuatan pertama justru menjadi awal yang sangat baik.

Mengapa Ini Penting

Kehadiran Aubameyang di Deportivo La Coruna bukan hanya soal statistik pemain, tapi juga strategi pemasaran dan identitas klub. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, karier panjangnya menjadi inspirasi bagi generasi pemain veteran yang ingin tetap relevan. Di sisi lain, ini memicu diskusi tentang kebijakan usia di Liga Spanyol dan peran legenda dalam membangun budaya kemenangan di klub kecil.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
18 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit