Jakarta menjadi pusat perhatian dunia tinju amatir se-Asia seiring dengan kedatangan ratusan atlet yang akan berlaga dalam Kejuaraan Asian Boxing U19 dan U23. Hingga Jumat, tercatat hampir 400 petinju dari 26 negara telah tiba di Jakarta dan menempati penginapan yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara. Kedatangan para atlet ini menandai dimulainya rangkaian agenda resmi kejuaraan yang sangat dinantikan tersebut.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati), Hengky Silatang, mengungkapkan bahwa antusiasme negara-negara peserta tahun ini mencatatkan sejarah baru. Menurutnya, jumlah partisipasi pada edisi kali ini merupakan salah satu yang terbesar sepanjang penyelenggaraan kejuaraan tinju Asia. Hal ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga bergengsi di kawasan Asia.
Sebelum beraksi di atas ring, para petinju dijadwalkan mengikuti technical meeting serta proses pengundian lawan pada Sabtu (4/7). Agenda ini menjadi krusial bagi setiap tim untuk memetakan strategi dan memahami peta kekuatan lawan sebelum pertandingan pembuka dimulai. Ajang ini sendiri akan dipusatkan di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, mulai dari 5 Juli hingga 16 Juli mendatang.
Dalam kejuaraan ini, Indonesia menurunkan 19 petinju andalan yang terdiri dari 10 atlet kategori U19 dan sembilan atlet kategori U23. Hengky menegaskan bahwa keikutsertaan dalam turnamen ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan momentum bagi para atlet muda Indonesia untuk mengukur kemampuan di level internasional. Bagi banyak petinju debutan, pengalaman bertanding melawan atlet dari berbagai negara Asia akan menjadi pelajaran berharga untuk karier mereka ke depan.
Persiapan matang telah dilakukan oleh tim nasional tinju Indonesia guna menghadapi ketatnya persaingan. Selain menjalani latihan intensif di dalam negeri, para atlet juga sempat mengikuti pemusatan latihan di Vietnam. Seluruh proses persiapan ini berada di bawah pengawasan ketat pelatih asal Thailand, Kamanit Nareerak, yang memiliki rekam jejak sebagai mantan pelatih tim tinju Thailand untuk ajang Olimpiade.
Target jangka panjang yang diusung oleh Perbati adalah mempersiapkan atlet Indonesia untuk mampu menembus panggung Olimpiade. Melalui partisipasi dalam kejuaraan Asian Boxing ini, diharapkan jam terbang serta mental bertanding para atlet semakin terasah. Kini, seluruh kontingen tuan rumah tinggal menunggu hasil undian untuk mengetahui lawan yang akan dihadapi di babak awal kompetisi.