AS Monaco resmi menunjuk mantan pemain bertahan asal Brasil, Filipe Luis, sebagai pelatih kepala baru mereka. Pengumuman tersebut disampaikan oleh pihak klub pada hari Senin, dengan durasi kontrak yang mengikat pria berusia 40 tahun tersebut hingga Juni 2028. Keputusan ini diambil manajemen klub sebagai langkah strategis untuk menyegarkan performa tim di kompetisi domestik maupun Eropa.
Filipe Luis didatangkan untuk menggantikan posisi Sebastien Pocognoli yang diberhentikan dari jabatannya. Pemecatan Pocognoli merupakan buntut dari kegagalan Monaco menembus kompetisi Liga Champions musim lalu, setelah mereka hanya mampu finis di peringkat ketujuh klasemen akhir Ligue 1. Manajemen klub berharap kehadiran Luis dapat membawa filosofi permainan baru yang lebih kompetitif.
Sebelum berlabuh di Prancis, Luis memiliki rekam jejak kepelatihan yang cukup mentereng bersama klub raksasa Brasil, Flamengo. Sejak menangani tim tersebut pada tahun 2024, ia sukses mempersembahkan lima gelar bergengsi hanya dalam waktu setahun. Pencapaian tertingginya termasuk memenangkan Piala Brasil 2024, serta raihan gelar ganda Copa Libertadores dan Kejuaraan Brasil pada musim berikutnya.
Namun, perjalanannya di Flamengo tidak selalu mulus. Pada Maret lalu, ia harus menerima nasib dipecat setelah timnya mengalami awal musim terburuk dalam satu dekade terakhir. Rentetan kekalahan, termasuk di ajang Piala Super Brasil dan Recopa Amerika Selatan, membuat posisi Luis goyah. Ironisnya, pemecatan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah ia membawa timnya menang telak 8-0 atas Madureira.
Sebagai pemain, Filipe Luis dikenal sebagai sosok legenda yang tangguh di posisi bek kiri. Ia mengukir sejarah dengan tampil sebanyak 333 kali untuk Atletico Madrid, di mana ia membantu klub Spanyol tersebut menjuarai La Liga pada 2014, Copa del Rey 2013, serta dua gelar Liga Europa pada 2012 dan 2018. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman berharga saat membela Chelsea dan merasakan gelar juara Premier League pada 2015.
Kini, tantangan besar menanti Luis di Stade Louis II. Ia dituntut untuk mengembalikan kejayaan AS Monaco dan memastikan klub tersebut kembali bersaing di papan atas Ligue 1 serta kembali ke panggung Liga Champions. Dengan kombinasi pengalaman taktis saat menjadi pemain kelas dunia dan ambisi kepelatihannya, Luis diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi masa depan klub.