Arthur Fery sukses mengibarkan bendera Inggris di ajang Wimbledon setelah menorehkan kemenangan dramatis atas petenis Belgia, Zizou Bergs, dalam pertandingan yang berlangsung sengit pada Sabtu lalu. Di hadapan pendukung tuan rumah yang memadati Court 18, Fery menunjukkan mental baja meski sempat mengalami kendala fisik berupa mimisan di tengah laga krusial tersebut.
Pertandingan ini tercatat sebagai duel terpanjang dalam kejuaraan Wimbledon tahun ini, dengan durasi mencapai empat jam 38 menit. Fery berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal dalam perolehan set, mengakhiri laga dengan skor 2-6, 7-5, 2-6, 7-6(3), 7-6(5). Kemenangan ini menjadi angin segar bagi publik tenis Inggris yang sebelumnya harus kehilangan 15 dari 19 wakil tunggal mereka di putaran pertama.
Situasi sempat tampak sulit bagi petenis berusia 23 tahun ini ketika ia tertinggal dua set berbanding satu, ditambah dengan dua kali kehilangan servis di set ketiga. Namun, Bergs mulai menunjukkan penurunan performa dan ketidakkonsistenan pada servisnya, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Fery untuk mengejar ketertinggalan dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Suasana di pinggir lapangan semakin memanas saat Bergs sempat unggul 4-1 di set kelima. Meski demikian, Fery tetap mampu menjaga fokusnya meski harus berjuang mengatasi mimisan saat kedudukan 4-5. Ketenangan pemain kelahiran Prancis ini menjadi pembeda utama saat memasuki babak tiebreak penentuan yang menegangkan.
Kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Bergs memberikan keuntungan bagi Fery untuk mengunci kemenangan. Begitu poin terakhir diraih, Fery langsung menjatuhkan diri ke lapangan, meluapkan rasa lega sekaligus kelelahan yang luar biasa setelah berjuang habis-habisan di bawah terik sinar matahari sore London.
Prestasi ini menjadikan Fery sebagai petenis wildcard Inggris pertama yang berhasil menembus babak 16 besar Wimbledon sejak Andrew Foster pada tahun 1993. Dengan keberhasilan ini, peringkat Fery diprediksi akan menembus jajaran 100 besar dunia, yang sekaligus membuka jalannya untuk menjadi pemain reguler dalam tur profesional ATP di masa depan.