Olahraga

Argentina Tertatih ke Final Piala Dunia 2026 Usai Drama Beruntun

Ringkasan

  • Argentina lolos final Piala Dunia 2026 lewat drama, kalahkan Inggris di semifinal 2026.

Timnas Argentina memastikan satu tempat di final Piala Dunia 2026 setelah melewati fase gugur dengan penuh kerepotan, termasuk kemenangan dramatis atas Inggris di semifinal. La Albiceleste kini berjarak satu laga untuk mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi sebelumnya.

Langkah tim asuhan Lionel Scaloni itu ke partai puncak tidak mulus. Setelah menyapu bersih tiga laga fase grup tanpa kekalahan, Argentina justru goyah begitu memasuki babak 32 besar. Cape Verde, tim debutan yang tampil impresif, dua kali memaksa Argentina tertinggal sebelum gol bunuh diri Edilson Alberto pada menit ke-111 memutuskan pertandingan.

Tatihan serupa terulang saat bersua Mesir di babak 16 besar. Argentina tertinggal 0-2 hingga menit ke-78, lalu bangkit dengan tiga gol beruntun untuk menang 3-2. Kontroversi mewarnai laga tersebut, namun hasil akhir tetap mengantar tim Tango ke perempat final.

Perempat final melawan Swiss memaksa Argentina bermain 120 menit. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai Swiss bermain dengan 10 pemain sejak 20 menit terakhir. Dua gol di babak kedua extra time menjadi kunci kelolosan ke semifinal.

Drama kembali hadir di semifinal. Inggris unggul lebih dulu, namun Argentina membalas lewat dua gol di menit-menit akhir. Kemenangan itu menyegel tiket final sekaligus menempatkan Argentina sebagai tim nomor satu dunia versi perkembangan terkini.

Latar belakang keikutseertaan Argentina di Piala Dunia 2026 dibayangi beban mempertahankan trofi. Generasi emas yang dipimpin Lionel Messi sudah menua, sementara tekanan publik di rumah sendiri sangat tinggi. Fakta bahwa mereka kerap tertinggal lebih dulu menunjukkan bahwa skuad ini kehilangan dominasi awal yang biasa mereka tunjukkan.

Polanya konsisten: Argentina tidak lagi mengandalkan penguasaan bola absolut, melainkan ketangguhan mental di akhir laga. Enzo Fernandez muncul sebagai figur penting di tengah, mengatur ritme saat tim dalam tekanan. Hal ini berbeda dengan era sebelumnya yang sangat bergantung pada transisi cepat dari lini belakang.

Bagi pecinta sepak bola di Indonesia, performa inkonsisten Argentina menjadi pelajaran soal kedalaman skuad. Liga 1 Indonesia kerap melihat tim besar tersandung karena minimnya opsi pengganti berkualitas. Keberhasilan Argentina lolos dari krisis lewat pemain cadangan menyoroti pentingnya pembinaan di setiap posisi.

Dampaknya juga terasa pada pasar siaran. Rating tayangan Piala Dunia 2026 di platform streaming lokal melonjak tiap kali Argentina bermain. Kehadiran Messi dan narasi comeback menarik pengguna baru, termasuk mereka yang sebelumnya tidak mengikuti sepak bola Eropa secara rutin.

“Dua kali tertinggal, dua kali pula Cape Verde menyamakan kedudukan,” catat laporan saat babak 32 besar, gambaran betapa rapuhnya pertahanan Argentina di awal knockout. Di semifinal, keadaan serupa terjadi saat Inggris memimpin lebih dulu sebelum dibalikkan di ujung laga.

Messi sendiri dikabarkan masih menjadi penggerak utama meski tidak selalu mencetak gol. Posisinya kini lebih sebagai direktur serangan, memberi ruang bagi pemain muda seperti Julián Álvarez untuk menuntaskan peluang.

Ke depan, final Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian terakhir konsistensi Argentina. Jika pola tertatih-tatih berlanjut, lawan di final bisa memanfaatkan rentan pertahanan awal mereka. Namun pengalaman 120 menit di tiga laga beruntun memberi bekal mental yang sulit ditiru tim lain.

Tren comeback Argentina juga diprediksi mengubah cara pelatih menyiapkan tim di turnamen besar. Rather than menjaga keunggulan, fokus beralih ke ketahanan psikologis menjelang akhir laga. Indonesia sebagai pasar sepak bola berkembang dapat mengambil metode latihan ketangguhan ini untuk kompetisi domestik musim depan.

Mengapa Ini Penting

Kebiasaan comeback Argentina menunjukkan bahwa kedalaman skuad dan ketangguhan mental kini lebih menentukan daripada tiki-taka klasik, relevan bagi klub Indonesia yang sering collapse di menit akhir. Lonjakan penonton streaming lokal saat La Albiceleste bermain membuka peluang bagi platform untuk menggebrak paket langganan turnamen. Narasi ini juga mendorong pembinaan pemain cadangan di akademi Tanah Air agar tidak bergantung pada satu bintang.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit