Olahraga

Argentina Pulang ke Buenos Aires Tanpa Messi Usai Gagal Pertahankan Gelar

Ringkasan

  • Timnas Argentina tiba di Buenos Aires Senin malam waktu setempat usai takluk 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, tanpa kehadiran kapten Lionel Messi yang memilih langsung terbang ke Miami.

Pesawat yang mengangkut rombongan Timnas Argentina mendarat di Bandara Internasional Ezeiza, Buenos Aires, Senin (20/7) pukul 18.00 waktu setempat. Sambutan meriah tetap disiapkan ribuan suporter yang berkumpul di area bandara dan mengikuti bus terbuka menuju kompleks latihan Lionel Messi milik Asociacion del Futbol Argentino (AFA). Namun suasana perayaan terasa tidak lengkap tanpa sosok nomor 10 yang selama ini jadi simbol kejuaraan Albiceleste.

Messi tidak naik pesawat pulang bersama tim. Ia memilih terbang langsung ke Miami bersama Rodrigo De Paul, rekan setimnya di Inter Miami. Keputusan ini tak sepenuhnya mengejutkan mengingat usia sang kapten yang sudah menyentuh 39 tahun dan jadwal padat Liga MLS yang menunggu. Di sisi lain, enam pemain lain juga absen dari rombongan pulang: Julian Alvarez, Enzo Fernandez, Geronimo Rulli, Giuliano Simeone, Nico Paz, dan Juan Musso. Kebanyakan dari mereka bermain di liga Eropa dan kemungkinan besar langsung menuju masing-masing klub untuk mempersiapkan musim baru.

Kekalahan di final Piala Dunia 2026 di Stadion New York, New Jersey, menjadi titik akhir perjalanan Argentina usai 27 hari berkompetisi. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 di babak perpanjangan waktu mengakhiri mimpi La Albiceleste menjadi juara bertahan. Spanyol dengan cara itu merebut gelar dunia ketiga dalam sejarah mereka. Bagi Argentina, ini adalah final dunia ke-enam yang gagal dibawa pulang — catatan yang menyimpan rasa pahit di balik kejuaraan 2022 di Qatar.

Pelatih Lionel Scaloni memilih ikut pulang ke Buenos Aires bersama Presiden AFA Claudio Tapia. Kedua tokoh kunci ini diharapkan memimpin evaluasi menyeluruh soal masa depan timnas. Scaloni sendiri kontraknya berjalan hingga 2026, namun spekulasi soal kelanjutan kariernya semakin hangat usai kegagalan di AS. Beberapa media Argentina melaporkan bahwa Scaloni butuh waktu untuk memutuskan apakah akan tetap di posisi atau menyerahkan tongkat estafet ke generasi pelatih muda.

Kehadiran Nicolas Otamendi, Lautaro Martinez, dan Emiliano Martinez di rombongan pulang jadi bukti komitmen para senior yang masih ingin berperan di era pasca-Messi. Otamendi berusia 38 tahun, sedangkan Dibu Martinez dan Lautaro masih di usia produktif 31 dan 27 tahun. Ketiganya diyakini akan jadi tulang punggung timnas di kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai tahun depan. Argentina akan jadi tuan rumah bersama Uruguay, Paraguay, dan Chile — momen historis yang juga jadi alasan kuat untuk tidak segera mundur total.

Dari perspektif Indonesia, kepergian Messi dari panggung dunia menandai berakhirnya era dominasi individu yang selama dua dekade mewarnai sepak bola global. Bagi jutaan penggemar sepak bola di Tanah Air yang mengidolakan Messi, momen ini terasa seperti penutup babak legendaris. Namun, ini juga membuka peluang narasi baru: munculnya bintang muda seperti Lamine Yamal Spanyol yang baru berusia 19 tahun saat mengangkat piala. Transisi generasi ini relevan dengan dinamika sepak bola Indonesia yang sedang mendorong regenerasi melalui Liga 1 dan timnas U-20.

Jadwal padat kalender FIFA jadi faktor utama banyak pemain memilih tidak pulang ke Argentina. Musim klub Eropa 2026/2027 dibuka lebih awal mengingat Piala Dunia Klub FIFA format baru yang dijadwalkan Juni-Juli 2027. Pemain seperti Alvarez (Atletico Madrid), Fernandez (Chelsea), dan Musso (Atalanta) butuh istirahat minimal sebelum pra-musim. Situasi ini mirip dengan dilema yang sering dihadapi pemain Indonesia saat harus memilih antara komitmen timnas dan jadwal liga yang padat — isu yang belum terselesaikan sepenuhnya oleh PSSI.

Scaloni di depan pers saat tiba di Ezeiza mengakui kekecewaan tapi menegaskan bangga pada perjuangan tim. "Kami tidak membawa piala pulang, tapi karakter tim ini tidak bisa dipertanyakan," ucapnya. Tapia menambah, AFA akan segera menggelar rapat evaluasi teknis minggu depan. Fokus utamanya: menyiapkan tim untuk kualifikasi 2030 sambil mengelola transisi pasca-Messi dengan bijak. Nama-nama seperti Valentín Carboni, Alejandro Garnacho, dan Nico Paz (meski tidak pulang) jadi kandidat utama generasi baru.

Sejarah mencatat Argentina pernah mengalami masa transisi sulit usai era Maradona dan kemudian usai era Messi pertama (2016-2021). Kali ini, fondasi yang dibangun Scaloni — sistem taktis jelas, budaya tim yang kuat, dan pipeline pemain muda dari akademi AFA — diharapkan memperlancar regenerasi. Namun tantangan terbesar bukan di lapangan, tapi di ruang rapat: bagaimana mempertahankan identitas bermain Argentina tanpa sosok yang selama 18 tahun jadi jantung tim.

Mengarah ke depan, semua mata tertuju pada keputusan Messi soal masa depan internasionalnya. Ia belum resmi mengumumkan pensiun dari timnas, tapi kepergiannya ke Miami tanpa ikut parade pulang berbicara banyak. Jika benar ini penampilan terakhirnya di panggung dunia, Messi menutup karier internasional dengan 191 penampilan, 112 gol, dan tiga gelar senior besar: Copa America 2021, Finalissima 2022, dan Piala Dunia 2022. Warisan itu akan jadi tolok ukur bagi siapa pun yang memakai jas nomor 10 Argentina ke depan.

Mengapa Ini Penting

Kehadiran Messi di final Piala Dunia 2026 kemungkinan besar jadi penampilan terakhirnya di panggung senior internasional. Bagi sepak bola Indonesia, ini mengajarkan pentingnya manajemen transisi generasi yang terencana — bukan menunggu bintang mundur baru mencari pengganti. PSSI dan klub-klub Liga 1 harus belajar dari model akademi AFA yang konsisten memproduksi pemain siap pakai seperti Garnacho, Carboni, dan Paz. Selain itu, jadwal padat FIFA yang memaksa pemain memilih klub daripada timnas adalah peringatan keras soal perlunya sinkronisasi kalender domestik dengan internasional agar timnas Indonesia tidak kehilangan pemain kunci di momen kritis.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
20 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit