Lionel Messi resmi mengumumkan pensiun dari timnas Argentina pada 31 Agustus 2026, tepat setelah La Albiceleste gagal merebut gelar Piala Dunia usai dikalahkan Spanyol 0-1 di final.
Keputusan itu menutup era 18 tahun Messi memimpin tim, dan sekaligus mengundurkan diri wakil kapten Nicolas Otamendi, sehingga pelatih Lionel Scaloni harus menentukan pemimpin baru sebelum jendela internasional September hingga November 2026. Kalender FIFA menentukan dua jendela pada 21 September–6 Oktober dan 9–17 November, memberikan waktu terbatas bagi Scaloni untuk menguji kandidat.
Lima nama senior langsung muncul sebagai kandidat paling kuat: kiper Emiliano Martinez, gelandang Rodrigo De Paul, bek Lisandro Martinez, penyerang Lautaro Martinez, dan bek Cristian Romero.
Emiliano Martinez menawarkan kehadiran konstan di bawah mistar dan pengalaman menang Copa America serta Piala Dunia, menjadikannya pilihan alami jika Scaloni mengutamakan stabilitas posisi dan kepercayaan rekan tim.
Rodrigo De Paul dikenal komunikatif di lapangan dan telah lama menjadi pendamping dekat Messi, sehingga transisi kepemimpinan bisa berlangsung mulus lewatnya tanpa mengganggu kimia tim.
Lisandro Martinez membawa kepercayaan di lini belakang Manchester United, namun riwayat cedera berulang menjadi pertimbangan besar bagi staf pelatih yang menginginkan kehadiran penuh di setiap laga resmi.
Lautaro Martinez sudah memegang ban kapten di Inter Milan, menunjukkan kemampuan memimpin dari sektor serang, sementara Cristian Romero, berusia 28 tahun, telah menjabat kapten Tottenham Hotspur dan dinilai paling vokal di tengah medan serta memiliki jangka kepemimpinan yang lebih panjang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergantian kapten Argentina menambah narasi menarik untuk mengikuti laga kualifikasi dan persahabatan mendatang, mengingat banyak pemain Argentina yang bermain di liga Eropa dan ditayangkan di platform streaming lokal.
Sementara di konteks domestik, Timnas Indonesia sendiri sedang mencari figur pemimpin baru usai era kapten sebelumnya, sehingga dinamika kepemimpinan di Buenos Aires bisa jadi referensi bagi pelatih Patrick Kluivert dalam membangun karakter tim.
Menurut sejumlah sumber dekat federasi Argentina, Scaloni cenderung memilih pemain yang sudah terbiasa memimpin di tingkat klub dan memiliki usia produktif untuk jangka panjang, bukan sekadar solusi sementara.
Jendela FIFA September–Oktober akan menjadi uji coba pertama, di mana kandidat terpilih diharapkan bisa menstabilkan tim yang kehilangan dua pilar sekaligus dan mempertahankan identitas bermain yang khas.
Jika transisi berjalan lancar, Argentina berpeluang mempertahankan dominasi di Amerika Selatan dan tetap menjadi ancaman serius di panggung dunia pada siklus ke depan.