Pelatih Arema FC Marcos Santos menegaskan kesiapan timnya menjalani laga perdana Piala Presiden 2026 melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7). Dalam konferensi pers di Hotel Papandayan, Jumat (24/7), pelatih asal Brasil itu menegaskan turnamen ini dijadikan pemanasan sebelum musim Super League 2026/2027 dimulai.
"Kita tahu tim Arema, tim yang pernah juara di kompetisi ini. Dan kita datang di sini untuk mempertahankannya," ucap Marcos dengan nada tenang namun percaya diri. Arema FC memang memiliki catatan mulia di Piala Presiden, pernah mengangkat trofi pada edisi 2017 dan 2019, menjadikan mereka tim paling sukses dalam sejarah turnamen pra-musim ini.
Kendati status sebagai pemegang gelar, Marcos tidak main mata buta. Ia menyadari Persib Bandung hadir sebagai tim yang jauh lebih dari sekadar lawan biasa. Maung Bandung baru saja menyandang gelar juara Liga 1 dua musim berturut-turut, performa yang menempatkan mereka sebagai tim terbaik Indonesia saat ini.
"Kita tahu mereka masih kuat. Mungkin ada perubahan besar, tapi mereka masih kuat, masih banyak pemain yang tetap dari musim kemarin," lanjut Marcos. Pengakuan itu bukan sekadar lip service. Persib mempertahankan tulang punggung utama seperti Marc Klok, David da Silva, hingga Beckham Putra, sementara rekrutan baru seperti Tyronne del Pino dan Gustavo França justru menambah kedalaman skuad.
Di sisi lain, Arema FC sendiri tidak diam. Manajemen Singo Edan melakukan revitalisasi skuad signifikan lewat rekrutan Julian Guevara, Pablo Oliveira, hingga Charles Lokolingoy. Proses integrasi pemain baru dengan tulang punggung lama seperti Johan Alfarizi dan Adam Alis menjadi fokus Marcos selama dua hingga tiga minggu persiapan.
Gelandang asing Arema, Julian Guevara, menguatkan narasi kesiapan. "Kita sudah hampir 2 atau 3 minggu dari kita mulai persiapan untuk kompetisi ini. Semoga kita bisa kasih prestasi bagus untuk Aremania juga, dan kita bisa bertahan kondisi sebagai tim yang paling juara," tutur pemain asal Argentina itu. Kehadiran Guevara di lini tengah diharapkan memberi kontrol tempo dan kreativitas yang sedikit hilang musim lalu.
Pertemuan ini bukan sekadar uji coba pra-musim biasa. Bagi Arema, ini momen untuk membuktikan revitalisasi skuad berjalan sesuai skenario. Bagi Persib, ini tes pertama gelar juara bertahan di hadapan penggemar sendiri di Si Jalak Harupat. Sejarah head-to-head pun menyeimbangkan: dari 10 laga terakhir, masing-masing tim mencatat tiga kemenangan dan empat hasil seri.
Secara taktis, duel Marcos Santos melawan Bojan Hodak menjanjikan pertarungan catur yang menarik. Marcos dikenal dengan pendekatan berbasis transisi cepat dan pressing tinggi, sedangkan Hodak menganut filosofi kontrol bola dan gedakan posisi. Kunci pertandingan kemungkinan besar terletak pada battle lini tengah: apakah Guevara dan Alfarizi mampu mengganggu sirkulasi bola Klok dan Febri Haryadi.
Faktor psikologis tak kalah penting. Arema datang sebagai "tim tamu" di kandang lawan, tekanan pendukung Persib di Si Jalak Harupat legendaris. Namun, status underdog justru bisa membebaskan pikiran pemain Singo Edan. Sebaliknya, Persib harus mengelola ekspektasi juara bertahan di laga pembuka turnamen yang mereka belum pernah juarai sejak format baru diterapkan.
Hasil laga ini akan menjadi indikator awal kesiapan kedua tim menghadapi Super League yang bergulir Agustus mendatang. Kemenangan bagi Arema berarti validasi proses rekrutan dan sistem baru Marcos. Bagi Persib, tiga poin menegaskan dominasi mereka tak hanya di liga, tapi juga turnamen pra-musim. Apapun hasilnya, 90 menit di Si Jalak Harupat akan jadi petunjuk arah musim depan.