Arema FC berhasil meraih kemenangan penting usai mengalahkan Tampines Rovers FC dengan skor 2-1 pada laga kedua Grup A Piala Presiden 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7) malam itu menjadi bukti awal proses pembentukan tim baru di bawah pelatih Marcos Santos.
Dua gol kemenangan dicetak oleh Gustavo Henrique Rodrigues pada menit ke-28 dan ke-34. Striker Brasil itu memanfaatkan kerjasama tim dengan sangkil untuk menembakkan bola ke gawang lawan. Satu-satunya gol balasan Tampines Rovers tercipta melalui Dylan James Fox di menit tambahan babak pertama, 45+4, mengecilkan ketertinggalan sebelum istirahat.
Kemenangan ini membawa Singo Edan mendekati tiket semifinal turnamen pramusim ini. Tiga poin penuh membuat Arema mengoleksi enam poin dari dua laga, setelah sebelumnya menang atas Port FC. Posisi puncak klasemen Grup A kini terlihat semakin nyata untuk direbut oleh tim dari Malang.
Pelatih Arema, Marcos Santos, jujur mengakui bahwa lawan dari Singapura bukan tim yang mudah dikalahkan. Tampines Rovers dikenal memiliki kecepatan tinggi, disiplin taktis, dan mental juang yang tak kenal menyerah. "Mereka tim kuat, terorganisasi dengan baik, dan tidak pernah menyerah," ucap Santos usai pertandingan.
Di sisi lain, Santos menyoroti kondisi timnya yang masih dalam tahap pembentukan ulang. Banyak pemain baru bergabung dan kondisi fisik mereka belum ideal. Proses adaptasi ini menjadi tantangan tersendiri di awal musim. "Kami masih dalam proses membangun kembali tim, dengan para pemain baru yang kondisi fisiknya belum ideal," terangnya.
Kunci kemenangan menurut Santos terletak pada mentalitas. Ia melihat tim terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Hal ini dinilai wajar mengingat banyak wajah baru yang baru bergabung. Arema akan terus mengejar peningkatan kondisi fisik, aspek teknis, dan pemahaman taktis di setiap laga.
Gustavo Henrique Rodrigues, pencetak dua gol, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan diberikan posisi starter. Striker yang baru bergabung 13 hingga 14 hari lalu itu mengakui masih dalam masa beradaptasi dan membangun kimia dengan rekan setim. "Hari ini saya mendapat kesempatan menjadi starter dan berhasil memanfaatkannya," kata Gustavo.
Dia juga menegaskan bahwa gol-gol tersebut bukan prestasi pribadi semata. Seluruh tim berkontribusi melalui assist dan kerja keras kolektif. Gustavo berharap performa ini menjadi momentum positif bagi kelancaran adaptasinya ke liga Indonesia.
Dari sisi lawan, pelatih Tampines Rovers, Nazri Nasir, tidak menampik kekecewaan. Ia mengakui dua gol Arema berawal dari kesalahan para pemainnya sendiri. "Syukurlah, pada babak kedua kami mencoba bangkit. Kami sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dan mampu memberikan tekanan kepada mereka," ujar Nazri.
Pelatih asal Singapura itu justru melihat sisi positif dari penampilan babak kedua. Para pemain muda yang ia masukkan — beberapa di antaranya masih berstatus pelajar — menunjukkan semangat juang dan tidak pasrah. Nazri menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran berharga bagi generasi muda klubnya.
"Jadi ini menjadi pelajaran bagi mereka. Seperti yang saya katakan setelah pertandingan, kalau ingin bermain di level profesional yang tinggi, kalian harus memiliki kondisi fisik yang kuat," tegas Nazri. Tampines Rovers kini harus bangkit di laga terakhir fase grup untuk mempertahankan peluang lolos.
Bagi Arema, kemenangan ini lebih dari sekadar tiga poin. Ia menandakan proses pembangunan tim di bawah Santos mulai menunjukkan bentuk. Gustavo yang mulai beradaptasi, ketahanan mental tim, dan kemampuan mengeksekusi peluang menjadi modal berharga menghadapi laga-laga berat di depan. Singo Edan kini menunggu lawan semifinal dengan keyakinan yang semakin membesar.