Arema FC resmi mengamankan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai menggebuk DPMM FC 2-0 pada laga terakhir Grup A di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (31/7). Kemenangan itu mengantarkan Singo Edan mengumpulkan enam poin penuh dari dua pertandingan, menempati puncak klasemen sementara di atas Persib Bandung yang akan bertanding nanti malam.
Dua gol Gustavo Henrique pada menit ke-35 dan injury time babak pertama jadi penentu. Striker Brasil itu memanfaatkan umpan masuk ke kotak penalti untuk membuka keunggulan, lalu menambah koleksi gol lewat aksi individu yang memotong pertahanan DPMM sebelum istirahat. Keunggulan dua gol itu cukup membawa Arema melangkah ke babak empat besar.
Pertandingan ini menjadi uji karakter bagi pasukan Marquinhos Santos setelah laga pembukaan yang meyakinkan. DPMM FC, wakil Brunei Darussalam yang diperkuat pemain naturalisasi, memulai laga dengan agresifitas tinggi. Dalberto Belo, motor serangan DPMM, menciptakan dua peluang berbahaya pada menit ke-18 hingga 25 yang sempat menguji kecepatan tanggap kiper Adi Satryo.
Namun ketidakefektifan DPMM di depan gawang berbalik jadi momentum Arema. Gustavo Henrique yang bermain sebagai target man tunggal menunjukkan insting penyerang yang tajam. Gol pertamanya lahir dari kebisingan di kotak penalti usai sepak sudut, di mana Henrique lebih cepat bereaksi dibanding bek DPMM. Gol kedua menunjukkan kualitas individu: menerima bola di tengah, menggeser ke kiri, lalu melepaskan tembakan melengkung ke gawang kiper Muhammad Haimie.
Perlawanan berubah drastis pada menit ke-61. Felipe Aspegren, bek kiri DPMM, menerima kartu kuning kedua usai menjegal Betinho di sisi kiri lapangan. Tekel yang dinilai wasit berbahaya itu memaksa DPMM bermain dengan 10 orang sejak dini babak kedua. Keunggulan numerik itu seharusnya dimanfaatkan Arema untuk memperlebar skor, namun ketidaksabaran di babak akhir justru membuat peluang tersia-sia.
Achmad Maulana sempat memiliki kesempatan emas pada menit ke-54, namun terlalu lama menggiring bola di dalam kotak penalti hingga kehilangan momen tembakan. Beberapa serangan beruntun lewat sayap kiri Gabi dan kanan Johan Alfarizie juga gagal diubah jadi gol. Marquinhos Santos terlihat menggelengkan kepala di bangku cadangan melihat timnya gagal mematikan lawan.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Arema di Grup A. Dua kemenangan berturut-turut tanpa kecetak gol — setelah sebelumnya menang 1-0 atas PSS Sleman — menunjukkan struktur pertahanan yang kompak di bawah bimbingan pelatih Brasil itu. Pasangan bek sentral Diego Landis dan Walisson Maia berjalan harmonis, sementara Matheus Blade dan Arkhan Fikri mengontrol tempo di lini tengah.
Bagi DPMM, kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di fase grup. Tim yang dilatih Jamie McAllister itu menunjukkan potensi di babak pertama, terutama melalui kecepatan Dalberto dan kreativitas Miguel Angelo. Namun ketidakmampuan memanfaatkan peluang dan disiplin yang longgar di babak kedua jadi faktor penentu. Kartu merah Aspegren merupakan titik balik psikologis yang sulit dibalikkan.
Lolos ke semifinal berarti Arema akan menghadapi runner-up Grup B. Lawan potensial bisa jadi Persija Jakarta, Borneo FC, atau PSM Makassar tergantung hasil laga pekan depan. Marquinhos Santos punya waktu seminggu untuk mempersiapkan tim, termasuk mengelola kelelahan pemain utama seperti Gustavo Henrique dan Betinho yang bermain penuh 90 menit.
Dari sudut pandang sepak bola Indonesia, keberhasilan Arema di turnamen pra-musim ini menjadi indikator positif menghadapi Liga 1 2026/2027. Integrasi pemain asing baru — Landis, Maia, Blade, Vinicius, dan Henrique — terlihat berjalan lancar. Sistem 4-2-3-1 yang diterapkan Marquinhos memberikan keseimbangan antara solidaritas defensif dan variasi serangan.
Namun tantangan nyata baru akan datang di semifinal. Lawan akan lebih berkualitas dan siap secara taktis. Arema harus memperbaiki efisiensi finishing — hanya dua gol dari peluang yang diciptakan — serta menghindari kartu kuning berlebihan yang berpotensi mengakibatkan diskualifikasi pemain kunci di laga k.o. Manajemen rotasi pemain juga jadi kunci mengingat jadwal Liga 1 yang padat mulai Agustus mendatang.