Persebaya Surabaya menancapkan target ambisius untuk merengkuh gelar juara di musim 2026. Misi besar ini bukan sekadar target musiman, melainkan upaya strategis manajemen Bajul Ijo untuk memberikan kado manis menjelang perayaan ulang tahun ke-100 klub kebanggaan warga Surabaya tersebut. Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa fondasi tim telah dipersiapkan dengan matang selama dua tahun terakhir.
Stabilitas performa menjadi kunci utama dalam rencana jangka panjang ini. Dalam dua musim terakhir, Persebaya konsisten menempati posisi empat besar klasemen. Konsistensi tersebut menjadi modal dasar bagi tim untuk meningkatkan level kompetisi. Manajemen menyadari bahwa transisi dari tim papan atas menjadi juara memerlukan kedalaman skuad yang mumpuni serta strategi taktis yang tajam.
Langkah krusial diambil manajemen dengan mendatangkan pelatih taktis Bernardo Tavares sejak pertengahan musim lalu. Kedatangan Tavares bukan sekadar pergantian nakhoda, melainkan bagian dari desain besar rencana dua tahun ke depan. Diskusi mendalam antara manajemen dan Tavares telah dilakukan untuk menyelaraskan visi teknis di lapangan dengan target organisasi.
Keberhasilan meraih trofi Piala Presiden 2026 menjadi katalisator penting bagi mentalitas para pemain. Kemenangan tersebut membuktikan bahwa skuad yang dihuni pemain seperti Ramadhan Sananta mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Meski Piala Presiden sering dianggap sebagai ajang pemanasan, bagi Persebaya, gelar tersebut adalah validasi atas kualitas tim yang terus berkembang.
Di kancah Super League, awal musim pun dilalui dengan hasil positif. Kemenangan tipis 1-0 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu lalu menjadi bukti ketangguhan mentalitas Bajul Ijo. Tambahan tiga poin tersebut mendongkrak posisi mereka ke peringkat ketujuh, sebuah langkah awal yang cukup menjanjikan untuk mengarungi kompetisi yang panjang.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa kekuatan Persebaya musim ini terletak pada kedalaman skuad. Kombinasi pemain lokal berpengalaman dan strategi pragmatis ala Tavares memberikan keseimbangan yang jarang dimiliki tim lain. Hal ini krusial mengingat jadwal liga yang padat sering kali menguras energi pemain inti, sehingga rotasi yang efektif menjadi penentu utama juara.
Bagi ekosistem sepak bola Indonesia, ambisi Persebaya mencerminkan profesionalisme yang semakin meningkat di level klub. Ketika sebuah klub memiliki rencana strategis jangka panjang, bukan sekadar bergantung pada momen keberuntungan, industri sepak bola nasional akan mendapatkan standar baru. Ini adalah sinyal bagi klub lain untuk mulai berinvestasi pada manajemen operasional yang solid.
Persaingan di liga musim ini diprediksi akan semakin ketat. Kehadiran tim-tim dengan manajemen yang stabil seperti Persebaya akan memaksa klub-klub lain untuk berbenah. Jika Bajul Ijo mampu mempertahankan momentum ini, mereka bukan hanya menjadi kandidat juara, tetapi juga barometer bagi klub-klub lain di Indonesia dalam mengelola tim menuju era modern.
Candra Wahyudi mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin terbuai dengan hasil instan. Fokus utama tetap pada proses di setiap pekan pertandingan. Menurutnya, hasil di Piala Presiden adalah cerminan bahwa tim mampu melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya, namun kompetisi sesungguhnya baru saja dimulai.
Optimisme yang dibangun manajemen juga menular ke jajaran pemain. Kehadiran sosok seperti Ramadhan Sananta di lini depan memberikan ketajaman yang dibutuhkan untuk memecah kebuntuan di laga-laga sulit. Dukungan suporter di Gelora Bung Tomo yang selalu militan pun menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain untuk terus menjaga konsistensi.
Menatap masa depan, Persebaya sedang berada dalam jalur yang tepat untuk mengakhiri puasa gelar. Dengan dukungan infrastruktur klub yang semakin tertata dan dukungan suporter yang luar biasa, manajemen optimistis bahwa target juara bukan sekadar mimpi. Rencana 1-2 tahun yang telah disusun menjadi kompas bagi seluruh elemen klub untuk bergerak serempak.
Tren positif ini diharapkan dapat berlanjut hingga akhir musim. Fokus utama Bernardo Tavares saat ini adalah menjaga level kebugaran pemain dan mematangkan skema permainan. Jika pola ini konsisten diterapkan, Persebaya memiliki peluang besar untuk menutup musim dengan trofi, memberikan persembahan terbaik bagi sejarah panjang klub menjelang usia satu abad.