Alwi Farhan menegaskan posisinya sebagai harapan tunggal bulu tangkis putra Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Di hadapan penonton yang memihak di Indira Gandhi Arena, New Delhi, pemuda berusia 21 tahun itu mengalahkan Ayush Shetty dengan skor 21-19, 21-11 dalam waktu 44 menit. Kemenangan ini mengantarkan Alwi ke babak perempat final, menghadapi Chou Tien Chen dari Taiwan pada Jumat (21/8).
Pertandingan berlangsung sengit di gim pertama. Alwi ketinggalan 0-3 sejak awal, tertekan oleh permainan net yang tajam dari Shetty. Namun, sang pelatih tidak meminta waktu tanya. Alwi memilih menenangkan diri, membaca pola lawan, dan perlahan menggerus keunggulan India. Pada titik 7-7, momentum beralih. Alwi mencetak empat poin beruntun, memimpin 11-9 saat interval. Duel ketat berlanjut hingga 18-18, sebelum Alwi menutup gim pertama 21-19 dalam 22 menit.
Gim kedua berwarna berbeda. Alwi langsung bermain agresif, membuka keunggulan 7-2. Strategi mengarahkan kok ke tengah lapangan efektif melumpuhkan keunggulan fisik Shetty yang memiliki postur tinggi dan jangkauan panjang. Interval kedua tiba dengan skor 11-6. Meskipun sempat terlena di 18-9, Alwi menutup pertandingan dengan kemenangan 21-11.
Kemenangan ini memiliki bobot sejarah. Alwi menjadi pebulu tangkis putra Indonesia pertama kali lolos perempat final Kejuaraan Dunia sejak Anthony Sinisuka Ginting pada edisi 2022. Lebih dari itu, ia mengalahkan pemain tuan rumah di hadapan penonton sendiri — uji mental yang tidak ringan bagi atlet muda. Pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat, yang mengawasi Alwi di New Delhi, menilai kematangan mental sebagai kunci. "Dia tidak panik saat ketinggalan. Itu tanda perkembangan," ujarnya.
Latar belakang kemenangan ini tidak terlepas dari program pengembangan PBSI yang memfokuskan pada regenerasi pasca era Jonatan Christie dan Ginting. Alwi dipromosikan ke tim nasional senior pada 2023 setelah juara dunia junior 2022. Dua tahun berkompetisi di turnamen Super 300 hingga Super 1000 membekalinya pengalaman menghadapi berbagai gaya bermain. Musim ini saja, Alwi sudah tiga kali lolos ke perempat final turnamen BWF World Tour.
Tantangan berikutnya, Chou Tien Chen, adalah uji nyata. Veteran berusia 34 tahun itu mantan juara All England dan pernah menduduki ranking dunia nomor 2. Gaya bermainnya yang serba bisa — smash keras, net halus, dan daya tahan fisik luar biasa — akan menguji kelengkapan teknik Alwi. Rekor head-to-head saat ini 0-0, namun Chou memiliki keunggulan pengalaman di panggung besar. Pelatih tunggal PBSI, Alamsyah Yunus, sudah menyiapkan analisis video mendalam sejak Alwi pasti bertemu Chou.
Bagi bulu tangkis Indonesia, kemenangan Alwi menyisakan harapan di tengah kekosongan kategori putra. Jonatan Christie mundur di babak kedua, Chico Aura Dwi Wardoyo gugur di babak pertama. Di sektor ganda, pasangan Rahmat Hidayat/Yeremia Rambitan serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sudah tersingkir. Alwi kini menjadi satu-satunya peluang Indonesia meraih medali emas dunia kategori putra — prestasi yang terakhir diraih Taufik Hidayat pada 2005.
Dampak komersial pun mulai terasa. Sponsor utama Alwi, merek peralatan olahraga nasional, melaporkan lonjakan permintaan raket dan sepatu yang digunakan Alwi sejak kemenangan kemarin. Media sosial PBSI ramai dengan tagar #AlwiKePerempatFinal, menunjukkan minat publik yang tinggi. Ini momentum emas untuk membangkitkan popularitas bulu tangkis putra yang selama ini tertutupi keberhasilan ganda putra dan campuran.
Secara teknis, kemenangan atas Shetty menunjukkan evolusi permainan Alwi. Dulu dikenal sebagai pemain penunggang tunggang yang mengandalkan kecepatan, kini Alwi menampilkan variasi tempo, kemampuan membaca permainan, dan ketahanan mental. Statistik pertandingan menunjukkan Alwi melakukan 14 smash dengan akurasi 78%, sedangkan Shetty hanya 9 smash dengan akurasi 55%. Alwi juga mengungguli di poin rally panjang (lebih dari 10 tembakan) dengan rasio 12-5.
Masa depan Alwi di turnamen ini bergantung pada manajemen pemulihan. Jadwal padat — main Kamis sore, kembali berlaga Jumat sore — memberikan waktu istirahat kurang dari 24 jam. Tim medis PBSI sudah menyiapkan protokol pemulihan: es kompresi, terapi kompresi pneumatik, dan asupan karbohidrat-protein 3:1 dalam 30 menit pasca pertandingan. Tidur berkualitas minimal 8 jam menjadi prioritas absolut.
Jika Alwi berhasil menaklukkan Chou, Indonesia akan punya wakil di semifinal Kejuaraan Dunia setelah 13 tahun menunggu. Lawan potensial di semifinal bisa jadi Shi Yu Qi dari China atau Viktor Axelsen dari Denmark — dua pemain yang saat ini menduduki ranking dunia 1 dan 2. Namun, seperti yang dikatakan Alwi sendiri usai pertandingan: "Satu pertandingan satu waktu. Fokus ke Chou dulu." Kematangan pikiran itu, mungkin, aset terbesarnya.