Kapten Arema FC, Alfarizi, menulis namanya dalam sejarah sebagai pencetak gol pembuka Super League musim 2026/2027. Pada menit keenam, bek kiri itu menerima umpan melengkung dari Gabriel Silva, menembak kaki kanan dari tepi kotak penalti, dan bola meluncur ke gawang tanpa bisa disentuh kiper Jefri Wibowo.
Keunggulan cepat itu diperluas hanya dua menit kemudian. Sepak pojok yang dieksekusi Gustavo Franca ditemukan oleh bek tengah impor Diego Landis, yang mengangguk keras ke jaring untuk membuat skor 2-0. Kedua gol tersebut lahir dari kolaborasi antar pemain asing dan lokal yang sudah disiapkan sejak pra-musim.
Pertandingan ini menjadi laga pembuka liga baru yang menggantikan format Liga 1, dengan sistem kompetisi yang lebih ketat dan pembagian hadiah finansial yang diperbesar. Arema sebagai tuan rumah di Malang mendapat dukungan penuh dari tribun Singo Edan yang penuh sesak sejak sore.
Persiapan Arema musim ini ditandai rekrutan enam pemain asing, di antaranya Walisson Maia, Betinho, Careca, Gustavo Franca, Gabriel Silva, dan Marcos Vinicius. Pelatih baru tim, yang sebelumnya memimpin klub di Liga 2, mengandalkan sistem 4-3-3 yang fleksibel dan menekan lawan sejak menit awal.
Di sisi lawan, Isen Mulang Kalteng FC hadir sebagai tim promosi yang baru naik dari Liga 2. Skuad mereka mengandalkan pemain berpengalaman seperti Makan Konate dan Modou Manneh, namun keterbatasan waktu adaptasi dan ketinggian lapangan Kanjuruhan menjadi hambatan.
Kemenangan 2-0 memberikan Arema tiga poin penuh serta selisih gol yang menguntungkan di klasemen awal. Psikologis, gol cepat Alfarizi menenangkan tim dan memaksa lawan untuk terbuka, menciptakan ruang bagi serangan kedua.
Peran Alfarizi melampaui tugas defensif. Sebagai kapten, ia sering maju ke garis depan dan menjadi opsi tambahan di sayap kiri. Kemampuan membaca permainan dan tembakan akurat menjadikannya senjata rahasia Arema di fase transisi.
Diego Landis, , menunjukkan ancaman set-piece yang konstan. Tinggi badan 1,92 meter dan kemampuan timing membuatnya sulit ditandung. Gol pertamanya di liga baru ini menegaskan nilai tambah rekrutan Brasil tersebut.
Jadwal lanjutan Arema akan menghadapi Persija Jakarta di pekan kedua, sedangkan Isen Mulang harus berhadapan dengan Persebaya Surabaya di kandang sendiri. Kedua laga tersebut akan menguji konsistensi tim setelah pembukaan yang kontras.
Secara luas, pembukaan Super League menarik perhatian media dan sponsor karena format baru yang menjanjikan distribusi pendapatan lebih adil. Kehadiran penonton penuh di Kanjuruhan juga mengindikasikan minat publik yang masih tinggi terhadap sepak bola domestik.
Liga ini juga menjadi uji coba penerapan VAR penuh di semua laga, berbeda dengan musim sebelumnya yang hanya diterapkan di babak knockout. Keputusan wasit pada gol Alfarizi dan Landis tidak menimbulkan kontroversi, menandakan sistem berjalan lancar.
Kesimpulannya, kemenangan Arema bukan hanya soal tiga poin, tapi pernyataan siap saji untuk menguasai puncak klasemen sejak awal. Alfarizi dan Landis telah memberikan fondasi yang kuat, dan minggu depan akan mengungkap apakah momentum ini bisa dipertahankan.