Olahraga

Legenda Sepak Bola Spanyol Alexia Putellas Resmi Bergabung ke London City Lionesses

Legenda Sepak Bola Spanyol Alexia Putellas Resmi Bergabung ke London City Lionesses

Ringkasan

  • Dua kali pemenang Ballon d'Or, Alexia Putellas, resmi bergabung ke London City Lionesses setelah 14 tahun di Barcelona.
  • Transfer ini memperkuat ambisi klub milik Michele Kang untuk menyaingi hegemon WSL seperti Arsenal dan Chelsea.

Legenda sepak bola Spanyol dan dua kali pemenang Ballon d'Or Perempuan, Alexia Putellas, telah resmi menandatangani kontrak dengan klub Women's Super League (WSL), London City Lionesses. Pengumuman resmi keluar pada Rabu (8/7/2026), menandai babak baru bagi klub yang dimiliki oleh miliarder asal Amerika Serikat, Michele Kang, serta memberikan momentum besar bagi liga sepak bola perempuan tertinggi Inggris.

Putellas, berusia 32 tahun, datang sebagai bebas transfer setelah mengakhiri perjalanan 14 tahun penuh trofi di FC Barcelona. Selama masa di Camp Nou, ia mengumpulkan empat gelar UEFA Women's Champions League, delapan gelar Liga F, dan puluhan trofi domestik lainnya. Ia juga menjadi tokoh sentral dalam era keemasan Barcelona, memimpin tim sebagai kapten dan playmaker yang mengatur tempo permainan dengan visi dan teknik yang luar biasa.

Kedatangan Putellas ke London City Lionesses dinilai sebagai "major coup" atau keberhasilan rekrutmen besar, mengingat status klub ini sebagai promonan baru ke WSL pada musim 2024-25. Di musim debut mereka di kasta tertinggi, Lionesses berhasil menyelesaikan liga di posisi keenam — pencapaian yang patut dibanggakan untuk tim promonan. Namun, ambisi pemilik klub, Michele Kang, jelas melampaui sekadar bertahan di liga.

Michele Kang, yang juga memiliki Olympique Lyonnais Femenin ( Prancis) dan Washington Spirit (AS), dikenal memiliki visi jangka panjang untuk mengubah lanskap sepak bola perempuan global. London City Lionesses adalah satu-satunya klub di kasta atas Inggris yang sepenuhnya dimiliki dan dikelola oleh perempuan — model kepemilikan "women-only independent club" yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Putellas. "Ambisi klub dan komitmen teguhnya untuk berkembang sebagai klub mandiri khas perempuan sangat beresonansi dalam diriku," ujar Putellas dalam pernyataan resmi.

Kang menilai keputusan Putellas sebagai validasi kuat atas proyek yang dibangun. "Alexia Putellas mewakili puncak bakat, dedikasi, dan visi dalam sepak bola perempuan. Keputusannya bergabung dengan klub independen yang memprioritaskan perempuan adalah pengakuan kuat atas apa yang kita bangun di London City," kata Kang.

Di London, Putellas akan berkolaborasi dengan bintang-bintang internasional lainnya yang sudah direkrut sebelumnya, menciptakan susunan pemain yang menakutkan. Di lini belakang ada mantan kiper terbaik dunia Mary Earps (bekas Manchester United), di tengah lapangan ada bintang Prancis Grace Geyoro dan Delphine Cascarino, serta striker veteran Swedia Kosovare Asllani. Kombinasi pengalaman, kualitas teknis, dan mentalitas juara ini membuat Lionesses secara instan menjadi tim yang harus diwaspadai oleh hegemon lama seperti Arsenal, Chelsea, dan Manchester City.

Transfer ini juga memberikan dorongan signifikan bagi profil WSL secara keseluruhan. Liga ini berusaha meniru model Premier League di sepak bola putra sebagai destinasi utama untuk pemain terbaik dunia. Kedatangan ikon global seperti Putellas — yang juga bagian dari timnas Spanyol pemenang Piala Dunia 2023 — memperkuat narasi bahwa WSL kini menjadi liga pilihan bagi pemain elite, bukan hanya liga pengembang bakat.

Namun, tantangan instan menanti Putellas dan rekan-rekannya. London City Lionesses tidak akan berkompetisi di UEFA Women's Champions League musim depan karena ketiga slot Inggris sudah ditempati oleh Chelsea, Arsenal, dan Manchester City. Artinya, Putellas — yang empat kali mengangkat trofi Champions League — harus puas bersaing di liga domestik dan Piala FA setidaknya satu musim. Ini menjadi uji karakter bagi proyek Kang: apakah mereka bisa membangun mentalitas juara tanpa panggung Eropa?

Secara jangka panjang, rekrutmen ini mengirim sinyal kuat ke pasar transfer global: model kepemilikan independen berbasis perempuan, didanai oleh investor visioner seperti Michele Kang, bisa menyaingi — bahkan mengalahkan — klub-kubu raksasa yang didanai oleh entitas sepak bola putra. Bagi penggemar sepak bola perempuan di Indonesia dan Asia, kisah Putellas di London City akan menjadi barometer menarik apakah model "klub perempuan untuk perempuan" ini benar-benar berkelanjutan dan kompetitif di tingkat tertinggi.

Mengapa Ini Penting

Transfer Alexia Putellas ke London City Lionesses menandakan pergeseran kekuatan dalam ekosistem sepak bola perempuan global. Model kepemilikan klub independen sepenuhnya oleh perempuan (women-only) yang didanai investor visioner seperti Michele Kang terbukti mampu menarik bintang tertinggi dunia, menantang dominasi klub-kubu raksasa bergaya tradisional. Bagi industri olahraga Indonesia, ini menjadi studi kasus penting: investasi pada struktur kepemilikan inklusif dan jangka panjang justru menciptakan daya tarik komersial dan kompetitif yang berkelanjutan, bukan sekadar membeli pemain mahal.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
8 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →