Langkah Iga Swiatek untuk mempertahankan gelar juara Wimbledon harus terhenti secara dramatis. Petenis unggulan ketiga asal Polandia tersebut dipaksa mengakui keunggulan bintang muda Filipina, Alexandra Eala, dalam pertandingan babak ketiga yang berlangsung sengit di All England Club pada Sabtu (4/7).
Dalam duel yang berlangsung di Centre Court, Swiatek menyerah melalui dua set langsung dengan skor 7-6(9) dan 6-2. Pertandingan tersebut menjadi sorotan utama mengingat status Swiatek sebagai juara bertahan yang sempat mengalami kesulitan menemukan konsistensi performa sejak turnamen pemanasan di Bad Homburg beberapa waktu lalu.
Set pertama berlangsung sangat ketat, di mana kedua petenis saling jual beli serangan tanpa memberi celah bagi lawan. Eala, yang tampil dengan penuh percaya diri, berhasil mengimbangi permainan agresif Swiatek. Ketegangan memuncak saat Swiatek yang sempat tersenyum di awal laga mulai menunjukkan frustrasinya dengan membanting raket ke arah kursi setelah kehilangan momentum di set pembuka.
Memasuki set kedua, dominasi Eala semakin tidak terbendung. Petenis kidal tersebut memanfaatkan keunggulan pukulan baseline yang bertenaga untuk menekan Swiatek sejak awal. Eala sempat memimpin jauh dengan skor 3-0 setelah mencatatkan dua kali break servis, membuat posisi Swiatek semakin terpoj semakin terpojok di bawah terik matahari London.
Meski Swiatek sempat mencoba bangkit dengan merebut kembali satu break, Eala tetap tenang dalam meladeni tekanan. Ia berhasil meredam upaya comeback lawannya dengan variasi permainan yang cerdas. Pukulan forehand winner yang dilepaskan Eala menjadi penentu kemenangan sekaligus memastikan langkahnya menuju babak 16 besar.
Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah bagi perjalanan karier Alexandra Eala di kancah tenis dunia. Selanjutnya, ia akan menghadapi tantangan berat melawan runner-up Wimbledon 2024, Jasmine Paolini, dalam babak keempat yang diprediksi akan menyedot perhatian banyak penggemar tenis internasional.