Petenis kebanggaan Indonesia, Aldila Sutjiadi, memutuskan untuk mengambil jeda istirahat setelah menyelesaikan perjalanan panjangnya di ajang Grand Slam Wimbledon 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah pemulihan fisik dan mental sebelum ia kembali berkompetisi dalam rangkaian turnamen yang dikenal sebagai US Swing di Amerika Serikat.
Dalam keterangannya, Aldila mengungkapkan bahwa jadwal turnamen yang sangat padat membuatnya tidak memiliki waktu luang untuk sekadar beristirahat atau menikmati suasana kota sejak tiba di London. Sebelum tampil di Wimbledon, ia telah berjuang keras di Bad Homburg, di mana ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara ganda WTA 500 pertamanya.
"Saya akan mengambil beberapa hari untuk beristirahat. Sejak dari Bad Homburg hingga ke London, saya belum memiliki kesempatan untuk menikmati liburan singkat atau sekadar jalan-jalan. Setelah ini, saya akan segera terbang ke Amerika Serikat untuk memulai persiapan rangkaian turnamen di sana," ujar Aldila dalam pernyataannya kepada SPOTV.
Langkah Aldila di Wimbledon 2026 harus terhenti di babak perempat final nomor ganda campuran. Berpasangan dengan petenis asal Argentina, Guido Andreozzi, mereka harus mengakui keunggulan pasangan Australia, Marc Polmans dan Storm Hunter, melalui pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 6-7(7), 5-7 di All England Club, London, pada Senin (6/7).
Aldila mengakui bahwa pertandingan tersebut berjalan sangat ketat sejak awal. Ia menyoroti performa lawan yang tampil sangat solid, terutama pada set kedua. Menurutnya, Storm Hunter menjadi sosok kunci yang memberikan tekanan besar melalui servis keras dan pengembalian bola yang sangat agresif, yang pada akhirnya menyulitkan ritme permainan mereka.
Meski tersingkir, Aldila tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan mengevaluasi aspek teknis pertandingan. Ia menyatakan bahwa dirinya dan Andreozzi sempat berusaha menjaga fokus pada gim servis untuk mengimbangi tekanan lawan. Namun, keberhasilan pasangan Australia dalam mematahkan servis pada gim ke-11 di set kedua menjadi titik balik yang mengakhiri perjuangan mereka di turnamen bergengsi tersebut.