Carlos Alcaraz tidak lagi menyembunyikan ambisinya. Petenis asal Spanyol itu kini secara terbuka menyatakan siap mengejar gelar juara AS Terbuka kedua berturut-turut, setelah melewati pertandingan perempat final dengan performa berenergi tinggi di Flushing Meadows, New York, Minggu (6/9/2025).
Kemenangan meyakinkan 6-4, 6-3, 6-4 atas petenis tuan rumah Tommy Paul tidak hanya mengantarkan Alcaraz ke delapan besar, tetapi juga mempertegas statusnya sebagai kandidat utama peraih trofi. Ini adalah kemenangan Grand Slam ke-18 secara beruntun bagi petenis berusia 23 tahun tersebut.
Kembali ke New York menjadi ujian kompetitif pertama Alcaraz setelah hampir lima absen akibat cedera pergelangan tangan. Di awal turnamen, ia bahkan dengan rendah hati menurunkan ekspektasi, lebih memilih untuk menguji kondisi fisiknya.
"Di awal turnamen saya tidak punya ekspektasi apa pun. Saya hanya datang untuk melihat bagaimana tubuh saya bereaksi, terutama pergelangan tangan saya, dan yang terpenting untuk menikmati kembali berkompetisi," ungkap Alcaraz kepada wartawan.
Namun, setelah empat pertandingan yang berjalan mulus, kalkulasi pemilik tujuh gelar Grand Slam itu berubah drastis. Keyakinan yang tumbuh membuat target juara kini menjadi nyata, meski ia tetap menekankan momen saat ini.
"Setelah empat pertandingan yang sangat bagus, sekarang saya merasa mampu memenangkan turnamen ini. Ekspektasi saya tetap sama. Saya masih memiliki pola pikir yang sama, mengetahui bahwa setiap kali saya melangkah ke lapangan adalah sebuah hadiah dan saat untuk dinikmati," lanjutnya.
Polanya memang menarik. Semua tiga kemenangan Alcaraz atas Paul di turnamen Grand Slam terjadi dalam perjalanan juara: di Wimbledon 2024, Roland Garros 2025, dan Australian Open tahun ini. Meski demikian, Alcaraz menolak menjadikan rekam jejak itu sebagai kepastian.
"Saat Anda tahu hal-hal seperti itu, Anda merasa senang, tapi itu tidak berarti apa-apa. Saya selalu bilang ada yang pertama untuk segalanya, jadi mari kita pastikan itu tidak terjadi," kata petenis peringkat dua dunia itu.
Perjalanan Alcaraz musim ini di turnamen major terus membaik dari babak ke babak. Kini, ia sudah mencapai perempat final AS Terbuka untuk kelima kalinya dalam enam penampilan. Statistik ini menunjukkan konsistensi luar biasa di pentas tenis Amerika Utara.
Tantangan berikutnya sudah menanti. Alcaraz akan menghadapi pemenang antara petenis Amerika Ben Shelton atau perwakilan Yunani, Stefanos Tsitsipas. Keduanya adalah lawan yang sangat sulit.
"Kedua pemain akan sangat sulit untuk dilawan," ujar Alcaraz. Pernyataan itu menunjukkan ia tidak meremehkan siapa pun, meski merasa sedang berada dalam kondisi puncak.
Bagi dunia tenis Indonesia, kembalinya Alcaraz ke performa terbaik adalah tontonan yang menggembirakan. Popularitas tenis di Tanah Air terus menanjak, dan generasi petenis muda seperti Alcaraz kerap menjadi inspirasi. Kehadirannya yang kompetitif pasca-cedera juga menjadi pengingat pentingnya manajemen pemulihan yang cermat, sebuah aspek krusial yang perlu diperhatikan oleh atlet dan federasi olahraga di Indonesia.
Analis sepakat, Alcaraz kini berada dalam posisi mental dan teknis yang ideal untuk menjuarai turnamen ini. Kombinasi antara pengalaman, kepercayaan diri yang tinggi, dan ujian cederanya yang terlampaui membuatnya menjadi ancaman terbesar bagi siapa pun di sisa perjalanan AS Terbuka 2025.