Veda Ega Pratama menunjukkan mentalitas baja saat menjalani sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Jumat (7/8). Pembalap muda kebanggaan Indonesia ini sempat terseok-seok di posisi buncit sebelum akhirnya melakukan manuver impresif untuk menutup sesi di urutan keenam.
Pada lima menit awal sesi, Veda terlihat masih mencari ritme terbaik dengan menempati urutan ke-14. Fokus utama tim saat itu adalah mengoptimalkan kinerja mesin di lintasan yang menantang. Namun, persaingan ketat membuat posisinya sempat terlempar ke urutan paling belakang dengan selisih waktu mencapai 2,961 detik dari pemimpin sesi.
Kondisi sulit tersebut tidak menyurutkan konsentrasi Veda. Mendekati menit ke-10, ia mulai memperbaiki catatan waktu secara signifikan dan merangsek naik ke posisi ke-22. Meski demikian, transisi adaptasi di Silverstone terbukti tidak mudah bagi para pembalap, mengingat karakteristik sirkuit yang membutuhkan kombinasi antara kecepatan tinggi dan presisi di tikungan.
Memasuki pertengahan sesi, persaingan di papan atas semakin memanas. Alvaro Carpe sempat memimpin jalannya latihan dengan catatan waktu 2:11,429 detik sebelum akhirnya digeser oleh Maximo Quiles dan Marco Morelli yang menembus angka 2:11 detik. Sementara itu, Veda perlahan namun pasti mulai menemukan racing line yang tepat.
Saat sesi menyisakan 10 menit, Veda tertahan di posisi ke-14. Ia sempat kembali ke pit untuk melakukan evaluasi teknis bersama kru tim. Waktu tujuh menit tersisa menjadi momen krusial yang menentukan posisi akhir sang pembalap dalam lembar catatan waktu FP1.
Ketegangan memuncak saat waktu menyisakan lima menit. Posisi Veda sempat melorot ke urutan ke-16, sementara rekan sesama pembalap dari Asia, Hakim Danish, berada di posisi ke-11. Tekanan dari pembalap lain memaksa Veda untuk tampil lebih agresif dalam memanfaatkan sisa waktu yang tersedia.
Dalam upaya terakhirnya, Veda menunjukkan peningkatan performa yang luar biasa. Ia melesat ia berhasil naik ke posisi ketujuh, sempat tergeser ke urutan kesembilan, namun akhirnya menutup sesi di peringkat keenam. David Almansa keluar sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 2:10,533 detik, dengan Veda terpaut selisih 0,532 detik.
Keberhasilan Veda menembus enam besar di sesi pembuka ini menjadi sinyal positif bagi ambisi Indonesia di ajang balap motor dunia. Konsistensi yang ditunjukkan di tengah tekanan menunjukkan kematangan mental yang kian terasah. Hal ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk menghadapi sesi kualifikasi yang diprediksi akan berlangsung lebih kompetitif.
Bagi dunia balap Indonesia, performa Veda di Silverstone adalah bukti nyata bahwa talenta lokal mampu bersaing di level internasional. Dukungan infrastruktur dan jam terbang di sirkuit Eropa menjadi kunci utama agar pembalap Indonesia tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga konsisten berada di barisan depan.
Analisis terhadap data FP1 menunjukkan bahwa sektor terakhir menjadi kunci bagi Veda untuk mencatatkan waktu kompetitif. Ketepatan dalam melakukan pengereman dan akselerasi keluar tikungan menjadi area yang berhasil diperbaiki oleh Veda di penghujung sesi.
Langkah selanjutnya bagi Veda adalah mempertahankan momentum ini pada sesi latihan bebas kedua dan kualifikasi. Tim diprediksi akan fokus pada penyempurnaan setup motor agar lebih stabil saat melahap tikungan cepat Silverstone yang menuntut keberanian ekstra.
Ke depannya, tren positif Veda diharapkan dapat memicu lahirnya ekosistem pembinaan pembalap yang lebih masif di Tanah Air. Dengan dukungan sponsor dan jam terbang yang cukup, bukan tidak mungkin Merah Putih akan semakin sering berkibar di podium ajang Moto3 dalam waktu dekat.