Sepakbola

Aguero Sebut Messi Bak Bintang Porno di Lapangan Piala Dunia 2026

Ringkasan

  • Sergio Aguero menyebut Messi bak bintang porno di lapangan Piala Dunia 2026 karena dominasi usia 39 tahun.

Mantan striker timnas Argentina Sergio Aguero melontarkan pujian bernada humor sekaligus hiperbolis kepada Lionel Messi jelang final Piala Dunia 2026. Pemain berjuluk La Pulga itu disebutnya seperti bintang porno yang 'meniduri' semua lawan karena performa dominannya di atas lapangan.

Komentar tersebut muncul setelah Argentina memastikan tiket final dengan mengalahkan Inggris di semifinal. Messi, yang kini berusia 39 tahun, menjadi aktor utama lewat delapan gol dan empat assist sejak fase grup, termasuk dua umpan kunci saat melawan Inggris.

Argentina akan berhadapan dengan Spanyol pada partai perebutan gelar juara di New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Kehadiran Messi di level tertinggi pada usia mendekati 40 tahun menjadi fenomena tersendiri di sepak bola modern yang didominasi pemain muda.

Perjalanan Albiceleste ke final tidak mulus. Mereka harus membalikkan keadaan dari ketertinggalan saat bersua Mesir di babak 16 besar. Di fase itu, ketajaman Messi kembali menjadi pembeda dan menjaga asa juara dunia bagi skuad asuhan Lionel Scaloni.

Persaingan Sepatu Emas pun memanas. Messi sementara memimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol, unggul dari Kylian Mbappe yang juga mengoleksi delapan gol, Erling Haaland (7 gol), dan Jude Bellingham (6 gol). Fakta bahwa pemain senior mengungguli bintang muda menunjukkan konsistensi luar biasa.

Di Indonesia, performa Messi di Piala Dunia 2026 disaksikan jutaan penggemar lewat siaran streaming dan diskusi di media sosial. Sepak bola menjadi konsumsi hiburan utama, dan nama Messi kerap dijadikan tolok ukur bakat muda lokal seperti pemain timnas U-20 Indonesia.

Industri olahraga tanah air mulai menaruh perhatian pada pentingnya manajemen karier jangka panjang. Usia 39 tahun bukan halangan jika pola latihan, nutrisi, dan pemulihan dilakukan profesional. Banyak klub Liga 1 mulai meniru metode negara maju untuk menjaga ketahanan fisik pemain intinya.

Dampaknya juga terasa pada bisnis sportswear dan hak siar. Lonjakan pencarian jersey bertuliskan LM10 terjadi di e-commerce Indonesia setiap kali Messi mencetak gol. Fenomena ini membuktikan kekuatan pemasaran olahraga global yang menembus pasar berkembang.

Aguero, yang pernah menjadi rekan Messi dan legenda Manchester City, menegaskan sang sahabat sebagai pemain terbaik sepanjang masa. 'Pada usia 39 tahun ia bermain seperti berusia 20 tahun. Sementara kami ada di sini di belakang kamera,' ujar Aguero mengutip Marca.

Dia menambahkan, 'Tidak akan ada yang pernah menyamainya, bertahun-tahun akan berlalu dan tidak akan ada lagi yang seperti dia. Baik kita maupun anak-anak kita tidak akan pernah melihat yang seperti dirinya.' Kalimat humor 'Messi adalah bintang porno di lapangan, dia meniduri semua orang' melengkapi apresiasi tersebut.

Menjelang final, perhatian tertuju pada apakah Messi bisa menambah gol dan mengamankan trofi juara dunia kedua secara beruntun. Jika Argentina juara, usia 39 tahun akan tercatat sebagai rekor tersendiri dalam sejarah turnamen.

Tren pemain senior yang tetap kompetitif diprediksi berlanjut. Generasi pelatih kini lebih percaya bahwa usia bukan batas, asalkan didukung sains olahraga. Messi menjadi contoh hidup yang akan dipelajari akademi sepak bola di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Perspektif Indonesia: Penggemar lokal mendapat pelajaran tentang profesionalisme melalui tayangan Piala Dunia. Akademi di Indonesia dapat mencontoh pendekatan fisik dan mental yang membuat Messi bertahan di level elite. Pemerintah dan klub juga berpeluang memperbaiki infrastruktur pelatihan usia dini agar tidak hanya mengandalkan bakat alam.

Mengapa Ini Penting

Performa Messi di usia 39 tahun meruntuhkan mitos bahwa pemain Asia atau Indonesia tidak bisa berprestasi di usia matang jika manajemen karier buruk. Fenomena ini mendorong klub lokal mengevaluasi sistem pelatihan berbasis sains. Bagi penggemar, dominasi Messi meningkatkan nilai komersial siaran dan produk olahraga di tanah air. Tren ini juga membuka peluang promosi pemain senior di Liga 1 sebagai aset strategis bukan sekadar pelengkap.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
18 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit