Kapten tim nasional rugbi Afrika Selatan, Siya Kolisi, menegaskan bahwa timnya tidak akan meremehkan Inggris dalam laga pembuka Nations Championship yang akan berlangsung di Ellis Park, Johannesburg, pada hari Sabtu mendatang. Meskipun Inggris mencatatkan hasil kurang memuaskan dalam ajang Six Nations 2026, Kolisi tetap mewaspadai potensi ancaman dari tim tamu yang diprediksi akan tampil habis-habisan untuk mengakhiri puasa kemenangan mereka di stadion bersejarah tersebut.
Sejarah mencatat bahwa Inggris belum pernah meraih kemenangan di Ellis Park sejak tahun 1972. Meski pertemuan kedua tim tergolong jarang sejak saat itu, memori pertemuan terakhir pada tahun 2018 masih membekas, di mana Springboks—julukan timnas Afrika Selatan—berhasil menang tipis dengan skor 42-39 dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat. Kolisi mengakui bahwa menghadapi Inggris selalu menjadi tantangan besar yang menuntut kesiapan mental dan fisik yang prima.
Menanggapi performa Inggris yang hanya finis di posisi kelima pada ajang Six Nations, Kolisi justru melihatnya sebagai tantangan yang berbahaya. Ia menyoroti penampilan terakhir Inggris melawan Prancis, di mana mereka hampir memenangkan pertandingan di detik-detik terakhir. Menurut sang kapten, hasil turnamen sebelumnya tidak bisa menjadi patokan utama, karena kualitas lawan yang mereka hadapi juga merupakan tim papan atas dunia.
Sorotan juga tertuju pada kembalinya pemain Inggris, Tom Curry, ke dalam skuad. Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama Curry dengan Afrika Selatan setelah insiden kontroversial yang melibatkan hooker Bongi Mbonambi pada semifinal Piala Dunia Rugbi 2023. Meski sempat ada ketegangan, Kolisi menegaskan rasa hormatnya terhadap Curry dan menyatakan bahwa persaingan di lapangan tetap akan berlangsung profesional dan penuh sportivitas.
Kolisi tidak memungkiri adanya beban tekanan yang dipikul oleh tim tuan rumah untuk meraih hasil positif di hadapan pendukung sendiri. Namun, ia menganggap bahwa tekanan tersebut adalah bagian tak terpisahkan saat mengenakan seragam kebanggaan Afrika Selatan. Baginya, rasa tidak nyaman justru menjadi bahan bakar bagi tim untuk terus mempersiapkan diri dengan intensitas yang lebih tinggi setiap minggunya.
Menutup pernyataannya, Kolisi memberikan catatan krusial mengenai strategi tim. Ia menekankan bahwa Inggris dikenal dengan gaya permainan yang agresif, terutama dalam perebutan bola tinggi. Oleh karena itu, Afrika Selatan harus mampu mendominasi set-pieces dan permainan tendangan untuk mengamankan kemenangan. Jika tim gagal mengeksekusi rencana permainan dengan disiplin, Kolisi yakin mereka akan berada dalam posisi yang sulit sepanjang pertandingan.