Afghanistan memastikan tiket otomatis ke Piala Dunia Kriket 50 overs 2027 usai mengalahkan Irlandia di Belfast, Senin (11/8/2025). Kemenangan itu menutup peluang West Indies untuk lolos langsung, memaksa juara dua edisi sebelumnya itu menjalani jalur kualifikasi untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Sebanyak delapan tim teratas dalam ranking ODI per 30 September nanti berhak melaju otomatis ke turnamen yang digelar di Afrika Selatan, Zimbabwe, dan Namibia. Selain Afghanistan, tujuh tim lain yang sudah mengamankan tempat adalah Australia, India, New Zealand, Pakistan, Sri Lanka, Inggris, dan Bangladesh. Sementara itu, tuan rumah Afrika Selatan dan Zimbabwe otomatis mendapat slot sebagai penyelenggara bersama.
Kekalahan dari Afghanistan ini menjadi pukulan telak bagi West Indies. Tim yang berjuluk Caribbean itu kini menduduki peringkat 10 ranking ODI dan tidak mungkin mengejar ketertinggalan meski masih menyisakan dua laga melawan India sebelum batas waktu pemeringkatan. Situasi ini memperpanjang catatan buruk West Indies di kancah kriket internasional level putra.
Perlu dicatat, West Indies dua kali menjuarai Piala Dunia kriket — pada 1975 dan 1979 — saat era keemasan kriket Karibia. Namun penurunan performa mereka selama dua dekade terakhir begitu drastis. Mereka bahkan absen dari Piala Dunia 50 overs 2023 setelah gagal di babak kualifikasi, menandai pertama kali sepanjang sejarah West Indies tidak tampil di turnamen akbar kriket tersebut.
Kembali ke jalur kualifikasi bukan hal baru bagi West Indies. Mereka berhasil melewati babak kualifikasi untuk tampil di Piala Dunia 2019 di Inggris. Namun repetisi situasi ini mengindikasikan masalah struktural dalam pengembangan kriket di kawasan Karibia, termasuk soal regenerasi pemain dan manajemen tim.
Bagi Afghanistan, capaian ini merupakan langkah monumental. Negara yang dulunya tidak memiliki infrastruktur kriket formal kini menembus jajaran delapan besar dunia. Perjalanan Afghanistan di dunia kriket internasional memang layak dijadikan inspirasi. Dari bermain di jalanan Kabul, mereka kini berkompetisi dan menang melawan negara-negara yang jauh lebih mapan secara sistemik.
Adapun format Piala Dunia 2027 mengalami perubahan signifikan. Pemenang babak kualifikasi akan langsung masuk ke tahap kedua turnamen, sementara tim yang finis di posisi kedua, ketiga, dan keempat harus melewati babak awal yang disebut Super Series. Format baru ini memberikan insentif lebih besar bagi tim kualifikasi untuk tampil optimal.
Dari sudut pandang Asia Selatan, dominasi lima negara — India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, dan Afghanistan — di jajaran delapan besar menegaskan betapa kuatnya pengaruh kawasan ini terhadap kriket global. Keberhasilan Afghanistan sejajar dengan negara-negara bertradisi kriket kuat menunjukkan bahwa investasi jangka panjang dalam pembinaan atlet dapat membuahkan hasil.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, berita ini menarik dalam beberapa konteks. Pertama, kriket meskipun bukan olahraga utama di Tanah Air, terus mendapat perhatian dari komunitas eks-pat Asia Selatan dan beberapa perguruan tinggi. Kedua, Piala Dunia 2027 yang digelar di tiga negara Afrika berpotensi menghasilkan pertandingan dengan waktu tayang yang ramah bagi penonton di zona waktu Indonesia Barat.
Jadwal lengkap Piala Dunia 2027 belum dirilis secara resmi oleh International Cricket Council. Namun dengan Afghanistan sudah dipastikan masuk dan West Indies harus berjuang lewat kualifikasi, peta persaingan menuju turnamen empat tahunan itu mulai terbentuk jauh lebih awal dari edisi-edisi sebelumnya.
Ke depannya, West Indies harus tampil konsisten di sisa laga ODI mereka dan berharap performa terbaik di babak kualifikasi. Sementara itu, Afghanistan kini bisa mempersiapkan diri dengan lebih tenang, fokus pada pemantapan skuad dan strategi jangka panjang untuk bersaing di panggung terbesar kriket dunia.