Bandung — Adam Alis menjawab pertanyaan soal posisinya di Timnas Indonesia setelah nama tercoret dari daftar pemain yang mengikuti Training Center (TC) di Bali, meski sebelumnya masuk dalam longlist 50 pemain panggilan pelatih kepala John Herdman. Gelora persiapan Piala AFF 2026 memang memasuki tahap kritis, dan keputusan teknis ini menimbulkan spekulasi di kalangan penggemar sepak bola tanah air.
Dalam wawancara di Markas Persib Bandung, Minggu (12/7), gelandang berusia 31 tahun itu tampak tenang dan profesional. "Saya juga enggak tahu, mungkin hanya jadi back up, mungkin ya. Misalkan ada pemain yang cedera atau apa, mungkin dari salah satu itu bisa dipanggil," ujar Adam dengan nada santai namun penuh keyakinan. Sikapnya ini mencerminkan kematangan seorang senior yang telah berpengalaman menghadapi dinamika panggilan timnas.
Keputusan Herdman untuk memangkas 50 nama menjadi skuad yang lebih ramping untuk TC Bali menunjukkan intensitas persaingan di lini tengah Timnas. Nama-nama seperti Marc Klok, Ricky Kambuaya, hingga pemain naturalisasi terbaru menjadi variabel yang menentukan komposisi final. Adam, yang dikenal memiliki visi permainan dan kemampuan mengatur tempo, justru tidak diprioritaskan dalam tahap persiapan fisik dan taktikal awal ini.
Meski demikian, mantan pemain Borneo FC ini menegaskan tidak ada rasa kecewa yang berlebihan. "Ya enggak apa-apa. Saya pun, yang tadi saya bilang, siapapun pemainnya gitu kan, pasti saya support. Siapapun pemainnya, yang penting Indonesia bisa berprestasi di AFF," tegasnya. Pernyataan ini sejalan dengan semangat kebangsaan yang sering ditekankan Herdman sejak menjabat: tim di atas individu.
Saat ini, fokus utama Adam sepenuhnya milik Persib Bandung. Maung Bandung memasuki masa transisi besar menjelang Piala Presiden 2026. Klub ini melepaskan sepuluh pemain senior sekaligus merekrut enam wajah baru, menciptakan dinamika tim yang harus segera dibangun dari nol. Adam, yang dipermanenkan pada 2025 dengan kontrak hingga 2027, diharapkan menjadi pilar stabilisasi di tengah pergantian generasi ini.
"Alhamdulillah senang ya, bisa kembali [latihan] lagi setelah mungkin hampir dua bulan kita liburan. Dan bisa bertemu teman-teman lama dan ada juga yang baru, kita juga saling mengenal juga tadi. Ya, mudah-mudahan bisa lebih dekat lagi dengan pemain-pemain baru dan bisa cepat chemistry-nya ke depan," ceritakan Adam soal suasana latihan awal di Soreang.
Peran Adam di Persib tak sekadar sebatas performa di lapangan. Sebagai pemain yang membawa gelar juara Liga 1 dua musim beruntun (2023/2024 dan 2024/2025), ia menjadi referensi mental bagi rekrutan baru. Persib sendiri dipercaya menjadi tuan rumah bersama Persebaya Surabaya untuk fase grup Piala Presiden, turnamen yang dijadikan barometer kesiapan sebelum liga bergulir.
Dari perspektif Timnas, pintu belum sepenuhnya tertutup bagi Adam. Sejarah membuktikan, pelatih sering memanggil pemain "di luar radar" saat terjadi krisis cedera atau penurunan performa pemain utama menjelang turnamen besar. Profesionalisme yang ditunjukkan Adam — memilih mendukung dari luar daripada mengeluh — justru memperkuat argumen bagi staf pelatih untuk mempertimbangkannya sebagai opsi darurat yang andal, baik secara teknis maupun karakter.