AC Milan menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri setelah takluk 0-2 dari klub Hungaria, Ferencvaros, dalam lanjutan fase liga Liga Europa di San Siro, Jumat. Dua gol yang dicetak oleh Lenny Joseph memaksa skuad asuhan Ruben Amorim pulang dengan tangan hampa dan membuat posisi mereka di klasemen kian terpuruk.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Rossoneri yang sebelumnya sempat membangun optimisme tinggi berkat kemenangan gemilang 3-1 atas Inter Milan di ajang Derby della Madonnina. Absennya kiper utama Mike Maignan akibat skorsing memaksa tim menurunkan Lorenzo Torriani, yang sayangnya gagal tampil solid di bawah mistar gawang.
Sejak peluit awal dibunyikan, Ferencvaros menunjukkan determinasi tinggi. Mereka bahkan nyaris membuka keunggulan lebih cepat melalui ancaman konstan dari Kristoffer Zachariassen. Milan sempat terlihat gugup, terutama saat Ardon Jashari melakukan kesalahan fatal dalam operan belakang yang membuat Lenny Joseph nyaris mencetak gol lebih awal, meski sepakannya saat itu masih melebar.
Memasuki babak kedua, Ruben Amorim mencoba mengubah taktik dengan memasukkan tenaga baru seperti Christian Pulisic, Diego Moreira, dan Mario Gila. Perubahan ini sempat memberikan dampak positif dengan intensitas serangan yang lebih tinggi. Namun, pertahanan rapat Ferencvaros dan ketidaksiapan kiper muda Milan justru menjadi bumerang bagi tuan rumah.
Petaka bagi Milan terjadi pada menit ke-52. Torriani gagal mengamankan bola dengan sempurna di bawah tekanan Zachariassen. Bola liar yang lepas dari genggaman sang kiper langsung disambar oleh Joseph ke gawang yang sudah kosong, mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Milan justru semakin tertekan. Ferencvaros memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-66. Zachariassen yang berlari dari area sendiri mengirimkan umpan matang kepada Joseph, yang tanpa kesulitan menggandakan keunggulan Ferencvaros menjadi 2-0.
Kondisi sempat berbalik menguntungkan bagi Milan ketika Bamidele Yusuf diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-77 setelah tinjauan VAR memperlihatkan pelanggaran keras berupa sikutan kepada Mario Gila. Namun, keunggulan jumlah pemain gagal dikonversi menjadi gol oleh skuad Rossoneri hingga laga usai.
Kekalahan ini membuat AC Milan kini terlempar ke posisi ke-27 klasemen sementara Liga Europa dengan raihan tiga poin. Posisi ini sangat mengkhawatirkan karena berada di bawah batas zona playoff fase gugur yang menempatkan tim di peringkat ke-24. Sebaliknya, Ferencvaros kini bertengger di peringkat ketiga dengan koleksi 12 poin sempurna.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, performa AC Milan yang tidak konsisten ini mencerminkan tantangan besar dalam manajemen skuad yang dilanda badai cedera. Kedalaman bangku cadangan menjadi krusial, terutama ketika pemain kunci seperti Maignan harus absen. Fenomena ini seringkali menjadi pelajaran bagi klub-klub di Liga 1 Indonesia mengenai pentingnya memiliki pelapis yang memiliki kualitas setara dengan pemain inti.
Kegagalan Milan memanfaatkan surplus pemain di menit akhir juga menjadi sorotan tajam. Secara taktis, seharusnya mereka mampu mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang lebih banyak, namun minimnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan membuat pertahanan Ferencvaros tetap tenang hingga akhir laga.
Ke depan, Ruben Amorim memiliki tugas berat untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Fokus utama harus segera beralih pada perbaikan lini belakang dan efisiensi serangan sebelum laga berikutnya. Jika tidak segera berbenah, Milan berisiko tersingkir lebih awal dari kompetisi Eropa musim ini.
Tren positif Ferencvaros yang mencatatkan empat kemenangan beruntun menunjukkan bahwa peta kekuatan di Liga Europa kini semakin merata. Klub-klub dari liga yang dianggap 'kecil' kini mampu memberikan perlawanan sengit, bahkan mempermalukan raksasa Eropa di kandang mereka sendiri. Bagi Milan, ini adalah peringatan keras bahwa tidak ada lawan yang bisa dipandang sebelah mata di level kompetisi kontinental.