Sepak Bola

Spanyol Tak Gentar Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Tumbangkan Belgia

Spanyol Tak Gentar Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Tumbangkan Belgia

Ringkasan

  • Spanyol mengalahkan Belgia 2-1 di perempat final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Prancis di semifinal.
  • Luis de la Fuente optimis meski Prancis memiliki Mbappé dan statistik serang mengesankan.

TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Spanyol berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1 dalam laga perempat final yang digelar di Stadion SoFi, Inglewood, California, Amerika Serikat, Sabtu dinihari, 11 Juli 2026. Kemenangan ini menempatkan La Roja di hadapan tantangan berat: duel kontra Prancis yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli mendatang.

Dua gol Spanyol dicetak melalui kolaborasi yang mengesankan. Fabian Ruiz membuka keunggulan pada menit ke-30 dengan finishing yang tenang di dalam kotak penalti setelah menerima umpan silang presisi dari Lamine Yamal. Belgia menyamakan kedudukan melalui Charles De Ketelaere pada menit ke-41, memanfaatkan kebocoran pertahanan Spanyol di sisi kiri. Namun, keputusannya jatuh pada menit ke-88 ketika Mikel Merino, yang baru masuk sebagai pengganti, mengalahkan Thibaut Courtois dengan header kuat dari sudut tendangan kiri Pedri.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menunjukkan sikap tenang meski harus berhadapan dengan tim yang dianggap sebagai kandidat juara terkuat. "Tentu saja kami percaya. Yang jelas kami harus bekerja keras untuk berusaha mengalahkan Prancis. Kami tidak akan terlalu memikirkan seberapa kuat level mereka," ujar pelatih berusia 65 tahun itu dalam konferensi pers pasca laga. De la Fuente menegaskan bahwa laga semifinal hanyalah lanjutan dari proses yang telah dibangun sejak kualifikasi. "Ini adalah duel antara satu tim yang luar biasa melawan tim luar biasa lainnya," tambahnya.

Di sisi lain, Prancis memasuki semifinal dengan statistik mengesankan. Les Bleus telah mencetak 16 gol dalam enam laga, rata-rata 2,67 gol per pertandingan. Kylian Mbappé memimpin lini serang dengan delapan gol, menempatkannya di puncak daftar pencetak gol terbanyak bersama Lionel Messi Argentina. Perancis baru saja menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0 di perempat final, menunjukkan dominasi baik secara taktis maupun fisik.

Namun, mantan kapten timnas Spanyol, César Azpilicueta, yang kini berperan sebagai analis teknis, menyoroti area perbaikan bagi La Roja. "Para pemain penyerang kita belum menunjukkan performa terbaik dalam hal kelancaran permainan dan pengambilan keputusan yang tepat di final third," ujar bek mantan Chelsea itu. Azpilicueta menilai bahwa efisiensi finishing dan ketenangan di momen kritis akan menjadi penentu lawan Prancis yang memiliki pertahanan fisik dan kecepatan pulih William Saliba serta Dayot Upamecano.

Secara historis, pertemuan Spanyol vs Prancis di panggung besar selalu memikat. Keduanya bertemu di semifinal Euro 2024 dengan Prancis menang 2-1 berkat gol kembar Randal Kolo Muani. Namun, Spanyol membalas di Final Liga Nations 2023 dengan kemenangan 5-4 lewat adu penalti usai seri 0-0. Rivalitas ini menambah narasi dramatis pada laga 15 Juli mendatang.

Taktis, De la Fuente diharapkan mempertahankan sistem 4-2-3-1 yang fleksibel berubah menjadi 4-3-3 saat menyerang. Kunci utama ada pada kontrol tengah lapangan oleh Rodri dan Fabian Ruiz, serta kreativitas Pedri dan Yamal di sayap. Sementara Didier Deschamps kemungkinan akan mengandalkan transisi cepat Mbappé dan Dembélé, didukung oleh daya cipta Antoine Griezmann di belakang penyerang tunggal Olivier Giroud atau Marcus Thuram.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi momen sejarah karena menampilkan dua gaya bermain kontras: tiki-taka modern Spanyol yang memprioritaskan kepemilikan bola dan presing tinggi, versus efisiensi konter Prancis yang memanfaatkan kecepatan dan kekuatan individu. Tayangan langsung laga semifinal ini diyakini akan menarik perhatian jutaan penonton di Tanah Air, mengingat popularitas kedua tim besar ini di kalangan pecinta sepak bola Eropa di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Laga semifinal Spanyol vs Prancis menjadi uji nyata bagi generasi emas baru La Roja (Yamal, Pedri, Gavi) menghadapi mesin konter paling mematikan dunia yang dipimpin Mbappé. Hasil pertandingan ini akan menentukan apakah filosofi tiki-taka modern masih relevan di era transisi super cepat. Bagi industri siaran dan sponsor di Indonesia, laga ini menjamin rating tertinggi karena popularitas kedua tim di kalangan penggemar lokal. Kemenangan Spanyol akan menginspirasi pengembangan akademi sepak bola Indonesia yang mengadopsi sistem berbasis kepemilikan bola.

Sumber Asli
Tempo
Tanggal
11 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →