Olahraga

Snyder dan Sadulaev Kembali Hidupkan Rivalitas Terbesar Dunia Gulat di Tbilisi

Snyder dan Sadulaev Kembali Hidupkan Rivalitas Terbesar Dunia Gulat di Tbilisi

Ringkasan

  • Kyle Snyder dan Abdulrashid Sadulaev akan kembali berduel di Tbilisi, menghidupkan kembali rivalitas gulat paling ikonik di dunia.

Dunia gulat internasional tengah menantikan momen bersejarah saat dua legenda hidup, Kyle Snyder dan Abdulrashid Sadulaev, kembali berhadapan di atas matras. Pertarungan yang akan berlangsung di Tbilisi, Georgia, pada hari Sabtu ini menjadi pertemuan pertama mereka dalam lima tahun terakhir dalam ajang Real American Freestyle. Pertandingan ini disebut-sebut sebagai kelanjutan dari rivalitas paling ikonik dalam sejarah gulat modern yang telah menyita perhatian penggemar olahraga bela diri di seluruh dunia.

Kedua atlet ini bukanlah sosok sembarangan. Secara total, mereka telah mengumpulkan tiga medali emas Olimpiade dan 10 gelar juara dunia. Rivalitas mereka selalu tersaji di panggung tertinggi, yakni final kejuaraan dunia atau perebutan medali emas Olimpiade. Meskipun Snyder sempat mematahkan rekor 75 kemenangan beruntun Sadulaev pada pertemuan perdana mereka di tahun 2017, pegulat asal Rusia berjuluk 'The Russian Tank' itu berhasil mendominasi tiga pertemuan berikutnya.

Snyder, pegulat asal Amerika Serikat, secara terbuka mengakui bahwa Sadulaev adalah rival terberat yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya. Ia bahkan menyebut Sadulaev sebagai pegulat terbaik generasinya dan berpotensi menjadi yang terbaik sepanjang masa. Di sisi lain, Sadulaev mengakui bahwa intensitas tinggi dari gaya bertarung Snyder yang dikenal sebagai 'mesin kardio' telah memaksanya untuk terus berkembang dan menjadi atlet yang lebih baik.

Sejarah pertemuan mereka dimulai sejak Olimpiade 2016, di mana keduanya meraih emas di kelas yang berbeda. Saat Sadulaev memutuskan naik kelas ke 97kg setahun kemudian, ia harus mengakui keunggulan Snyder dalam pertarungan yang menguras fisik. Namun, kekalahan tersebut justru memotivasi Sadulaev untuk memperbaiki strategi dan akhirnya membalas dendam di final Kejuaraan Dunia setahun berselang dengan teknik kuncian yang memukau.

Menariknya, di luar arena, keduanya justru menjalin persahabatan yang erat. Snyder bahkan pernah mengunjungi kediaman Sadulaev di Dagestan, di mana ia diberikan tanah sebagai bentuk penghormatan oleh sang rival. Hubungan personal ini menunjukkan sisi sportivitas yang tinggi di balik persaingan sengit yang mereka tunjukkan saat bertanding demi memperebutkan gelar kelas berat ringan RAF.

Bagi Sadulaev, pertandingan ini merupakan bagian dari persiapan krusial menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Sementara bagi Snyder, ajang ini adalah kesempatan untuk membalas kekalahan beruntunnya di Tokyo dan Kejuaraan Dunia 2021. Dengan filosofi bahwa pemenang terakhir adalah juara sejati, Snyder bertekad menggunakan kekuatan hati dan keyakinan untuk menundukkan teknik luar biasa yang dimiliki oleh Sadulaev dalam pertarungan yang dinanti-nanti ini.

Mengapa Ini Penting

Pertandingan ini menjadi tolok ukur standar keunggulan atletik dan sportivitas bagi para atlet di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Rivalitas antara Snyder dan Sadulaev menunjukkan bahwa dedikasi ekstrem dan saling menghormati di luar arena adalah kunci untuk mencapai level performa tertinggi dalam olahraga profesional.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit