Olahraga

Revolusi Sport Science: Persebaya Surabaya Integrasikan Teknologi VALD untuk Optimasi Atlet

Revolusi Sport Science: Persebaya Surabaya Integrasikan Teknologi VALD untuk Optimasi Atlet

Ringkasan

  • Persebaya Surabaya mengintegrasikan teknologi VALD untuk optimasi performa atlet berbasis data, menetapkan standar baru sport science di sepak bola Indonesia.

Persebaya Surabaya mengambil langkah progresif dalam memodernisasi pengelolaan tim sepak bola dengan mengadopsi teknologi sport science mutakhir dari VALD. Menyongsong kompetisi musim 2026/2027, klub berjuluk Bajol Ijo ini tidak hanya mengandalkan talenta teknis pemain di lapangan, tetapi juga membangun ekosistem berbasis data yang komprehensif untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan performa fisik secara presisi.

Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa kesuksesan sebuah klub modern kini sangat bergantung pada departemen medis yang solid. Menurutnya, pemain adalah aset berharga yang harus dijaga dari risiko cedera melalui intervensi preventif. Investasi pada teknologi VALD menjadi bukti komitmen manajemen untuk memastikan bahwa setiap pemain mendapatkan penanganan yang terukur, sehingga waktu pemulihan dapat dipangkas secara signifikan apabila terjadi cedera.

Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, menjelaskan bahwa pendekatan ini melampaui standar pemeriksaan kesehatan konvensional seperti Pre-Competition Medical Assessment (PCMA). Dengan mengintegrasikan functional movement assessment, tim medis mampu memetakan kekuatan otot, daya ledak, hingga analisis biomekanik secara mendalam. Data kuantitatif yang dihasilkan kemudian menjadi acuan utama bagi pelatih fisik dalam menyusun program latihan yang dipersonalisasi untuk setiap individu.

Sistem VALD yang diterapkan mencakup berbagai perangkat canggih yang saling terintegrasi. HumanTrak, misalnya, digunakan untuk menganalisis pola gerak tiga dimensi, sementara ForceDecks berfungsi mengukur keseimbangan dan kesiapan neuromuskular. Perangkat lain seperti ForceFrame, SmartSpeed, dan NordBord melengkapi rangkaian pengujian untuk memantau kekuatan isometrik, kecepatan sprint, hingga ketahanan otot hamstring secara objektif.

Evaluasi berkala yang dilakukan sebanyak empat hingga enam kali dalam satu musim menjadi kunci efektivitas program ini. Dengan adanya pemantauan berkelanjutan dari pramusim hingga akhir musim, tim pelatih dapat mendeteksi penurunan performa atau potensi kelelahan otot sebelum hal tersebut berubah menjadi cedera serius. Pendekatan berbasis angka ini meminimalisir subjektivitas dalam pengambilan keputusan kepelatihan.

Selain tim senior, penerapan teknologi ini juga mencakup Persebaya Academy dan Elite Pro Academy (EPA). Langkah ini menunjukkan visi jangka panjang klub untuk membangun standar kualitas atlet sejak usia dini. Dengan membiasakan pemain muda dengan data, Persebaya sedang membentuk generasi pesepak bola yang lebih sadar akan kondisi fisik dan profesionalisme tubuh mereka.

Kolaborasi strategis dengan pihak eksternal, seperti Rumah Sakit Mayapada, juga menjadi pilar pendukung dalam memperkuat departemen medis klub. Sinergi antara teknologi canggih dan keahlian medis profesional menciptakan ekosistem yang holistik, di mana kesehatan pemain tidak lagi dilihat sebagai upaya pasif, melainkan sebuah manajemen aset yang aktif dan terukur.

Di kancah sepak bola Indonesia, inisiatif Persebaya ini menjadi benchmark atau tolok ukur baru bagi klub-klub lain. Dengan menggeser paradigma dari latihan berbasis intuisi menjadi berbasis sains, Persebaya tidak hanya berupaya meraih gelar juara, tetapi juga berupaya menaikkan standar profesionalisme industri sepak bola nasional melalui integrasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan atlet modern.

Mengapa Ini Penting

Penerapan teknologi VALD oleh Persebaya menandai pergeseran krusial dalam industri olahraga Indonesia dari pendekatan konvensional menuju manajemen atlet berbasis data (data-driven). Langkah ini membuktikan bahwa investasi pada teknologi medis dapat meningkatkan umur karier pemain sekaligus menjaga nilai aset klub secara finansial. Lebih jauh, keberhasilan implementasi ini akan mendorong klub Liga 1 lainnya untuk melakukan transformasi serupa, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas fisik dan daya saing pemain sepak bola nasional di level internasional.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
9 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →