Olahraga

Mario Aji finis 13 di practice Moto2 Jerman, lolos ke Q2

Mario Aji finis 13 di practice Moto2 Jerman, lolos ke Q2

Ringkasan

  • Mario Aji finis 13 di practice Moto2 Jerman, lolos ke Q2.
  • Guevara memimpin latihan, sementara pembalap Indonesia kembali setelah operasi tulang belakang di Sachsenring.

Mario Aji tampil bersaing dalam sesi latihan Moto2 Jerman di Sirkuit Sachsenring, Jumat (10/7) malam waktu Jakarta. Dalam latihan yang berlangsung di bawah langit yang cerah, pembalap Honda Team Asia itu mampu menempati posisi keempat pada awal sesi, menunjukkan performa yang menjanjikan.

Namun, jalannya latihan tidak berjalan mulus bagi Mario. Setelah memulai dengan baik, ia perlahan-lahan merosot ke posisi ke-15, menghadapi berbagai masalah pada setelan motor dan ritme balapannya. Situasi ini sempat membuatnya khawatir akan gagal lolos ke sesi kualifikasi kedua.

Menyadari peluangnya menipis, Mario melakukan perubahan strategi. Ia memutuskan untuk meningkatkan ritme balapannya dan mengambil risiko lebih tinggi, yang akhirnya membuahkan hasil. Pada menit-menit akhir sesi latihan, ia melakukan putaran cepat dan berhasil naik ke posisi ke-12, sekaligus memperbaiki waktu putaran terbaiknya hingga 0,5 detik lebih cepat dari catatan sebelumnya.

Hasil akhir menempatkan Mario Aji di posisi ke-13 dengan selisih 0,717 detik dari pemimpin sesi latihan, Izan Guevara. Meskipun belum mencapai posisi sepuluh besar, pencapaian ini cukup bagi Mario untuk lolos otomatis ke sesi kualifikasi kedua yang akan berlangsung pada hari Sabtu (11/7). Ini menjadi bukti kebangkitannya pasca cedera.

Izan Guevara tidak hanya memimpin sesi latihan dengan waktu yang cepat, tetapi juga menunjukkan konsistensi yang menjadi kunci kesuksesannya di kejuaraan Moto2 2026. Pembalap asal Spanyol tersebut telah mengumpulkan poin dalam jumlah besar pada beberapa balapan sebelumnya, dan performa stabil seperti ini membuatnya menjadi favorit untuk meraih kemenangan di Sachsenring.

Reaksi penggemar di Indonesia terhadap performa Mario Aji juga sangat positif. Tagar 'MarioAjiJerman' menjadi trending topic di Twitter Indonesia tak lama setelah sesi latihan berakhir, menunjukkan meningkatnya dukungan terhadap pembalap muda Indonesia di kancah internasional. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat terhadap balap motor di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

Moto2 sering dianggap sebagai batu loncatan menuju MotoGP, dan penampilan kuat dari rider Asia seperti Mario Aji, Andi 'The Great' dan pembalap lain dapat menginspirasi lebih banyak talenta dari wilayah tersebut untuk mengejar karier di balap motor dunia. Komunitas balap motor Indonesia melihat kemajuan ini sebagai langkah penting dalam membangun fondasi yang kuat untuk masa depan balap motor nasional.

Dengan berakhirnya sesi latihan dan lolosnya Mario ke kualifikasi kedua, perhatian kini beralih pada hari Sabtu, di mana ia akan bersaing dengan 24 pembalap lainnya untuk memperebutkan posisi start terbaik. Penggemar dan analis sama-sama menunggu untuk melihat apakah performa impresif Mario di akhir sesi latihan akan berlanjut menjadi hasil yang kuat saat kualifikasi dan balapan, yang akan berlangsung pada hari Minggu.

Mengapa Ini Penting

Kembalinya Mario Aji ke lintasan setelah absen panjang karena cedera tulang belakang menjadi momen penting bagi motorsport Indonesia, menunjukkan bahwa pembalap nasional mampu bersaing di level internasional. Performanya yang konsisten di practice memberi harapan bahwa Indonesia akan memiliki wakil di sesi kualifikasi kedua, meningkatkan semangat penggemar dan menarik perhatian media. Selain itu, penampilan kuat rider Asia di Moto2 dapat menginspirasi talenta muda di wilayah ini untuk mengejar karier global, sekaligus mendorong industri balap motor lokal untuk lebih serius dalam pembinaan atlet.

Sumber Asli
CNN Indonesia
Tanggal
10 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →